Bobol ventilasi toilet pakai gergaji, 8 Napi Rutan Polda Jambi kabur

Dua napi berhasil ditangkap kembali, sementara enam napi lainnya masih melarikan diri.

Dede Rosyadi
Oleh Dede Rosyadi - Reporter
Bobol ventilasi toilet pakai gergaji, 8 Napi Rutan Polda Jambi kabur
Ilustrasi Penjara. ©2014 Merdeka.com

Dua dari delapan orang tahanan Polda Jambi yang kabur sejak Senin (23/5), berhasil ditangkap kembali oleh anggota tim khusus diturunkan untuk mengejar tahanan kabur tersebut.

Wakapolda Jambi, Komisaris Besar (Kombes) Pol Nugroho Aji, mengatakan dua orang tahanan yang kabur dari rumah tahanan (rutan) sel blok narkoba Polda Jambi, Selasa dini hari berhasil ditangkap kembali.

Satu di antaranya bernama Riono kasus kepemilikan senpi ditangkap tim khusus disalah satu wilayah pada Kabupaten Tanjung Jabung Timur, sedangkan satu tahanan bernama Marfin Azis warga Aceh kasus narkoba ditangkap saat hendak melarikan diri dari sel mereka bobol dengan gergaji besi.

"Tim khusus yang langsung dibentuk menangkap Riono di salah satu kebun yang ada di wilayah Kabupaten Tanjung Jabung Timur beberapa jam setelah berhasil kabur dari dalam sel," kata Nugroho, di Jambi, Selasa (24/5).

Sedangkan tujuh orang tahanan lainnya masih terus diburu polisi pasca kabur dan mereka belum tertangkap ini terkait dalam kasus narkotika sebagai pengedar.

Nugroho menjelaskan, dalam rutan Polda Jambi ada sebanyak 56 orang tahanan terbagi dalam enam blok atau kamar, sembilan tahanan kabur tersebut merupakan tahanan baru ditangkap dari operasi Bersinar dalam memberantas narkoba.

Mereka melarikan diri dengan cara membobol teralis ventilasi toilet atau kamar mandi dengan menggunakan gergaji besi kecil yang diselundupkan para tahanan di dalam sel.

Sel blok narkoba tersebut tepat berada diujung kini tampak rusak setelah terlihat bekas potongan dari teralis yang dilapisi dengan kawat nyamuk.

"Mereka kabur lewat belakang dan juga sempat meloncati pagar dan saat tahanan melarikan diri yang terakhir sempat terekam kamera CCTV dan anggota kita langsung mengejar ketika tahanan lain berteriak," papar Nugroho.

Nugroho mengakui, kaburnya kesembilan tahanan tersebut akibat kelalaian anggotanya yang tengah bertugas jaga, dan seharusnya petugas berkeliling memeriksa sel bukan tidur. Dan mereka akan diberikan sanksi kepada anggota yang lalai.

Pihaknya masih melakukan pemeriksaan terhadap dua tahanan yang tertangkap untuk mengetahui siapa yang menjadi otak dari pelarian diri tersebut. Namun kepolisian Jambi membantah jika anggotanya terlibat persekongkolan dengan para tahanan.

Kebobolan dan kaburnya tahanan dari sel Polda Jambi terhitung sudah tiga kali terjadi, yakni pertama kali pada 19 Juni 2012 sebanyak 6 tahanan kasus narkoba lolos dengan cara memanfaatkan situasi penjagaan yang sepi karena penjaga tengah tertidur dan yang kedua pada 18 Januari 2014, satu orang melarikan diri.

Nugroho menyebutkan, bahwa sistem pengamanan di dalam sel tidak ada yang salah hanya kelalaian dari petugas jaga dan kita akan perketat tentang sistemnya.

Keberadaan tujuh tahanan yang kabur diduga masih berada di wilayah sekitaran Provinsi Jambi dan di wilayah Sumatera Selatan dan kini Polda Jambi sudah membentuk tim khusus yang pengejaran mereka dan tim itu terdari dari anggota Reskrim, Narkoba dan Paminal.

Polda Jambi, mengimbau untuk ke enam tahanan yang kabur agar segera menyerahkan diri ke Polres atau Polsek terdekat tempat mereka berada.

"Kita sudah tetapkan para tersangka sebagai DPO dan diminta untuk menyerahkan diri segera dan apabila tidak kita akan tindak tegas mereka sesuai prosedur," tegasnya.

Rekomendasi