BNPT soal bahaya Medsos: Orang bisa jadi radikal tanpa tatap muka
Merdeka.com - Media sosial dinilai memiliki andil dalam penyebaran informasi soal terorisme. Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) telah melakukan 'patroli cyber' untuk melakukan pencegahan terhadap paham radikal.
Direktur Bidang Pencegahan BNPT, Brigjen Hamidin menyatakan, media sosial adalah suatu hal tidak dapat dielakan di zaman modern ini. Tidak adanya batas tegas dalam menyaring arus informasi di dunia maya membuat jaringan teroris leluasa berkomunikasi lintas negara.
"Tidak ada batasan tegas antara negara dengan negara, yang ada adalah siapa pandai bermain di dunia maya, maka dia akan menguasai banyak informasi," terangnya dalam acara Focus Group Discussion (FGD) Kemenkopolhukam di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Kamis (24/11).
Lebih lanjut dia mengatakan, dunia maya berperan dalam proses radikalisasi dengan cepat. "Orang bisa jadi radikal tidak harus tatap muka, tapi bisa belajar sendiri. Sekarang buat bom pun orang bisa belajar di internet," tambahnya.
Terkait dengan pencegahan, BNPT rutin melakukan pemantauan terhadap situs-situs radikal di dunia maya. "Makanya kita setiap hari memonitor situs-situs radikal segala macam," ungkapnya.
"Maka langkah paling efektif kita harus counter untuk radikal. Kalau bentuk narasi, kita bikin counter narasi. Kalau bentuk propaganda kita bikin counter propaganda," tutup Hamidin.
(mdk/did)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya