Kepala BNPB Doni Monardo mengatakan pihaknya bersama Kementerian Kesehatan menyiapkan alat rapid antigen di lokasi pengungsian korban banjir dan longsor Nusa Tenggara Timur. Penyediaan alat rapid antigen untuk mencegah dan mempermudah skrining Covid-19.
"Di tempat-tempat pengungsian kemudian juga BNPB bersama Kemenkes menyalurkan alat rapid antigen ke seluruh daerah agar bisa melakukan skrining bagi warga," katanya usai mengikuti rapat terbatas secara virtual bersama Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Adonara, Nusa Tenggara Timur, Selasa (6/4).
"Termasuk rombongan-rombongan yang datang dari luar termasuk jajaran TNI Polri dan juga para relawan," tambahnya.
BNPB juga mengupayakan para pengungsi bisa menyewa rumah keluarga yang tidak terdampak untuk mengantisipasi kerumunan. Cara itu juga mempermudah pemerintah memberikan bantuan dana hunian kepada keluarga.
"Setelah pemerintah daerah mengajukan usulan kepada BNPB dan Hal ini dilakukan agar tidak terlalu banyak terjadinya kerumunan," ungkapnya.
Dia juga menjelaskan pemerintah akan memberikan anggaran kepada para korban yang rumahnya mengalami rusak berat, sedang dan ringan.
"Telah ditugaskan oleh Presiden BNPB itu akan membangun rumah rumah yang rusak berat rusak sedang dan juga rusak ringan di mana anggaran yang disiapkan pemerintah pusat untuk rusak berat itu adalah Rp 50 juta, rusak sedang Rp 25 juta rupiah dan rusak ringan adalah Rp10 juta," katanya.