BIN Genjot Vaksinasi Covid-19 Tangkal Varian Omicron XE saat Pelonggaran Aturan

Peningkatan mobilitas dan interaksi masyarakat ini logis karena seiring dengan pelonggaran yang diberikan oleh pemerintah serta karena kebutuhan pemenuhan kebutuhan masyarakat selama bulan puasa dan menyambut Lebaran.

Henny Rachma Sari
Oleh Henny Rachma Sari - Reporter
BIN Genjot Vaksinasi Covid-19 Tangkal Varian Omicron XE saat Pelonggaran Aturan
BIN Genjot Vaksinasi Covid-19 Tangkal Varian Omicron XE saat Pelonggaran Aturan. ©2022 Merdeka.com

Sars-Cov-2 yang menyebabkan Covid-19 terus bermutasi. Teranyar kemunculan subvarian Omicron yang disebut Covid-19 XE. Awal kemunculan subvarian Omicron itu teridentifikasi di Inggris.

"Berdasarkan data awal, didapati bahwa kemampuan penularan Omicron XE sekitar 10 persen lebih tinggi dari Omicron BA.2," ungkap Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito, Selasa (4/4).

Sejurus dengan temuan itu dan peningkatan mobilitas serta interaksi di tengah masyarakat, Badan Intelijen Negara Daerah Bangka Belitung (Binda Babel) menggenjot capaian vaksinasi dosis dua dan booster.

"Akselerasi vaksinasi Covid-19 ini sebagai upaya mitigasi penyebaran Covid-19 di tengah peningkatan mobilitas dan interaksi sosial masyarakat selama bulan puasa," ujar Kabinda Babel, Imam Santoso di Pangkalpinang, Selasa (5/4).

Dia menerangkan, peningkatan mobilitas dan interaksi masyarakat ini logis karena seiring dengan pelonggaran yang diberikan oleh pemerintah serta karena kebutuhan pemenuhan kebutuhan masyarakat selama bulan puasa dan menyambut Lebaran.

Fenomena itu, menurut Kabinda Babel, wajar tapi harus dikawal agar tidak menyebabkan terjadinya lonjakan kasus lagi. Positivity rate harus dijaga selalu di bawah lima persen agar pandemi bisa bertransisi menjadi endemi. Saat endemi, Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) bisa ditiadakan.

"Percepatan vaksinasi Covid-19 tetap diperlukan untuk menjaga tren penurunan kasus sehingga masyarakat dapat beribadah puasa dengan aman dan nyaman, dan Lebaran bisa berlangsung dengan meriah meski tentu, tetap dengan menjaga protokol kesehatan," paparnya.

Meskipun pemerintah mengeluarkan kebijakan pelonggaran aktivitas berkerumun, Imam mengimbau masyarakat agar tetap menerapkan protokol kesehatan dan proaktif dalam mendukung program percepatan vaksinasi Covid-19.

"Peningkatan mobilitas dan interaksi sosial juga akan memperbesar resiko penyebaran Covid-19, sehingga masyarakat agar tetap menerapkan protokol kesehatan dan mengikuti program vaksinasi," imbuhnya.

Rekomendasi