Bersama ratusan jemaah, pedagang rokok korban Abu Tours adukan nasib ke DPRD Sulsel

Aksi ratusan calon jemaah dan agen PT Abu Tours ini diterima oleh tiga anggota Komisi E DPRD Sulsel, Kadir Halid, Hadriati dan Irfan AB. Kadir Halid berjanji akan segera melakukan Rapat Dengar Pendapat menyikapi kasus PT Abu Tours pascadicabutnya izin operasional perusahaan biro perjalanan ibadah umrah.

Salviah Ika Padmasari
Oleh Salviah Ika Padmasari - Reporter
Bersama ratusan jemaah, pedagang rokok korban Abu Tours adukan nasib ke DPRD Sulsel
Demo calon jemaah dan agen PT Abu Tours. ©2018 Merdeka.com/Salviah Ika Padmasari

Ratusan calon jemaah dan agen dari PT Abu Tours mendatangi gedung DPRD Sulsel di Jl Urip Sumoharjo, Selasa, (10/4). Mereka berharap para wakil rakyat membantu mendesak PT Abu Tours segera memberangkatkan calon jemaah dan mengawasi proses hukum PT Abu Tours.

Mereka memulai perjalanan di bawah flyover kemudian long march ke gedung DPRD Sulsel. Aksi yang dikoordinir drg Lusjmahria, salah seorang agen PT Abu Tours, itu diisi dengan orasi di depan gedung DPRD Sulsel.

Sementara calon jemaah dan agen yang lain mengacung-acungkan pamflet bertuliskan tuntutan, seruan dan keluhan.

Kakek Naing, (70 thn), salah seorang calon jemaah urmah asal Kabupaten Maros, menceritakan pada 2017 lalu uang Rp 18 juta sudah dia setor ke agen. Namun sampai bulan Maret 2018 sesuai yang dijadwalkan, nyatakan dia tak berangkat.

"Tabungan saya itu dari jualan rokok batangan di rumah," tutur kakek Naing.

Aksi ratusan calon jemaah dan agen PT Abu Tours ini diterima oleh tiga anggota Komisi E DPRD Sulsel, Kadir Halid, Hadriati dan Irfan AB.

"Tolong pak dibantu bagaimana solusi agar calon jemaah kami bisa berangkat pascakeluarnya SK pencabutan izin operasional PT Abu Tours. Kasihan mereka sudah susah payah menabung. Kami ini hanya bantu mereka. Kami juga minta bapak anggota dewan untuk mengawasi proses hukum yang sedang berjalan. Awasi juga aset PT Abu Tours, jangan sampai ada yang disembunyikan," kata Erna Arfan, salah seorang agen.

Dalam pertemuan itu, Kadir Halid berjanji akan segera melakukan Rapat Dengar Pendapat menyikapi kasus PT Abu Tours pascadicabutnya izin operasional perusahaan biro perjalanan ibadah umrah yang cukup besar di Makassar itu.

"Pekan depan kita agendakan rapat dengar pendapat soal masalah Abu Tours pasca dicabutnya izin operasional itu, bagaimana nasib calon jemaah selanjutnya," kata Kadir Halid.

Rapat itu akan dilakukan bersama Polda Sulsel, Kemenag RI, pihak PT Abu Tours dan pihak ketiga yang menguasai aset PT Abu Tours.

"Dalam rapat dengar pendapat itu akan kami undang juga bapak-bapak, ibu-ibu agen dan calon jemaah. Kami minta, setelah ini buatlah persatuan supaya mudah terkoordinir dan masukkan data-data real ke kami, siapa dan berapa jumlah calon jemaah yang gagal berangkat umrah. Data-data itu akan jadi bahan kami nanti di rapat dengar pendapat," kata Kadir Halid menjanjikan.

Rekomendasi