Enam desa di wilayah Kecamatan Runding, Kota Subulussalam, Aceh, belum dialiri jaringan listrik, sehingga ketika malam hari warga terpaksa menggunakan lampu teplok untuk penerangan rumah.
Camat Runding, Irwan Faisal memaparkan ada enam desa di Kecamatan Runding sampai saat ini belum dapat merasakan jaringan listrik PLN. Kehidupan di desa tersebut gelap gulita, mereka hanya menggunakan lampu teplok.
"Keenam kampung yang belum memiliki jaringan listrik yakni Desa Mandilam, Lae Mate, Tualang, Tanah Tumbuh, Geruguh dan Kuta Beringin," ujar Irwan di Subulussalam, seperti dilansir Antara, Senin (29/2).
Irwan menambahkan, masalah itu sudah pernah disampaikan kepada PT PLN Cabang Kota Subulussalam supaya memasang jaringan listrik. Bahkan pihak Kecamatan sudah mengirim surat permohonan pemasangan jaringan sebanyak lima kali, namun belum ada tanggapan dari pihak PLN.
"Karena tahun ini akan direlokasikan kembali warga ke kampung asal mereka," ungkap Irwan.
Akibat belum adanya listrik, masih kata dia, tujuh desa di Kecamatan Runding terpaksa mengungsi beberapa waktu lalu, ketika konflik melanda wilayah Subulussalam. Namun setelah Aceh damai dan aman, para korban konflik ini dikembalikan ke kampung asal mereka.
"Warga Geruguh sudah kembali ke desa mereka. Karena itu warga sangat berharap PLN dapat segera memasang jaringan listrik di desa ini," saran Irwan.
Ketua DPRK Subulussalam, Hariansyah juga turut prihatin melihat kehidupan warga di wilayah pemilihannya masih gelap gulita seperti kehidupan tempo dulu.
"Padahal, Indonesia sudah merdeka sejak 70 tahun lalu, namun masih ada masyarakat yang belum bisa menikmati jaringan listrik PLN," ucap Hariansyah".
Karena itu, dia berharap PLN Cabang Kota Subulussalam segara memasang jaringan di enam desa wilayah Runding yang selama ini sangat membutuhkan jaringan listrik.