Bela Setnov, Fadli Zon sebut rekaman pencatutan nama Jokowi jebakan

Fadli menyarankan agar Setnov melaporkan Sudirman Said kepada polisi karena kasus pencemaran nama baik.

Muhammad Sholeh
Oleh Muhammad Sholeh - Reporter
Bela Setnov, Fadli Zon sebut rekaman pencatutan nama Jokowi jebakan
Fadli Zon di KPK. ©2015 merdeka.com/dwi narwoko

Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto mengumpulkan elit-elit Koalisi Merah Putih (KMP) di kediamannya, Hambalang, Bogor, Jumat (20/11) malam kemarin. Adapun tujuan utamanya adalah untuk meminta penjelasan Ketua DPR Setya Novanto (Setnov) soal transkip pembicaraan yang diduga mencatut nama Presiden terkait perpanjangan kontrak Freeport.Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon mengatakan, Setnov sudah menjelaskan secara lengkap kepada elit-elit KMP soal transkripan yang dilaporkan Menteri ESDM Sudirman Said ke MKD DPR. Transkripan tersebut dinilai banyak editan dan tak utuh sehingga motifnya dianggap sebagai jebakan."Kabarnya ada rekaman, rekaman banyak editannya, memang kesimpulan kita ini semacam jebakan setting operation," kata Fadli dalam diskusi di Warung Daun, Cikini, Jakarta, Sabtu (21/11).Terlebih, lanjut Fadli, Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Maroef Sjamsoeddin merupakan Mantan Waka BIN. Dia mengaku heran mengapa transkripan dan rekaman tidak dibuka sejak pertemuan pertama atau kedua. Melainkan hanya dilaporkan bagian tertentu saja dan tidak utuh.Apa yang dilakukan Maroef dengan menyerahkan transkrip hanya sepotong tersebut, tegas Fadli, dianggap tidak etis. Ditambah lagi sosok Mantan Waka BIN yang bekerja untuk perusahaan asing di Indonesia."Ini tak etis, saya kira apa yang dilakukan Dirut Freeport kesalahan luar biasa. Yang minta waktu ketemu Ketua DPR kan Dirut Freeport bulan April, mengapa yang direkam yang hanya sepotong," jelas Fadli.Fadli yang juga Wakil Ketua DPR itu menambahkan, di hadapan ketua-ketua KMP, Setnov membantah keras meminta saham PT Freeport dan mencatut nama presiden dan wakil presiden. Dipertegas pula dengan tidak adanya follow up dari Setnov setelah pertemuan tersebut."Di dalam pembicaraan itu tak ada minta saham dalam transkipan itu. Tak pernah itu, buktikan saja, tak ada pencatutan nama presiden 11 persen, Pak JK 9 persen. Tak ada follow up nya, kalau minta saham kan ada follow up nya, ini enggak ada," terangnya.Oleh sebab itu, lagi-lagi Fadli menyarankan agar Setnov melaporkan Sudirman Said kepada polisi. Karena Sudirman dianggap mencemarkan nama baik Ketua DPR dan atas masalah-masalah lainnya."Kalau saya bilang Pak Novanto lapor polisi, sudah pencemaran, Sudirman Said laporkan polisi. Banyak macam-macam (kesalahan Sudirman Said) bisa 20 masalah itu," tandasnya.Untuk diketahui, elit-elit KMP berkumpul di kediaman Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto di Hambalang. Adapun yang hadir dalam pertemuan tersebut Ketum Golkar Aburizal Bakrie, Waketum Gerindra Fadli Zon, dan Waketum Golkar yang juga Ketua DPR Setya Novanto. Kemudian Sekjend Golkar Idrus Marham, Presiden PKS Sohibul Iman, Ketum PPP hasil Muktamar Jakarta Djan Faridz.

Rekomendasi