Begal Payudara Terjadi Lagi di Palembang, Seorang Remaja Diringkus Polisi

"Sudah pak, saya nyesal, itu saja," kata tersangka

Irwanto
Oleh Irwanto - Reporter
Begal Payudara Terjadi Lagi di Palembang, Seorang Remaja Diringkus Polisi
Ilustrasi borgol. ©2013 Merdeka.com/Imam Buhori

Aksi begal payudara di Palembang kembali terjadi. Kali ini seorang remaja berinisial RD (18) ditangkap polisi karena melakukan perbuatan tak senonoh terhadap seorang remaja putri, AN.

Pelaku beraksi ketika korban baru saja keluar rumahnya di Perumahan Pemkot PNS Palembang, Selasa (23/6). Pelaku memegang payudara korban sebelah kiri dan langsung melarikan diri.

Warga mengejar pelaku namun jejaknya tak lagi diketahui. Petugas Polsek Gandus Palembang melakukan penyelidikan dan akhirnya pelaku ditangkap tanpa perlawanan lalu diserahkan ke Mapolrestabes Palembang untuk proses lebih lanjut.

Tersangka RD tak ingin diwawancarai wartawan. Dia memilih hanya menundukkan kepalanya. "Sudah pak, saya nyesal, itu saja," kata tersangka di Mapolrestabes Palembang, Kamis (25/6).

Kasatreskrim Polrestabes Palembang AKBP Nuryono mengatakan, tersangka ditangkap atas laporan warga yang tak terima anaknya menjadi korban pencabulan. Penyidik masih memeriksa keterangannya untuk mengetahui motif dan seberapa kali dia melakukan aksi tersebut.

"Tersangka masih ditangani penyidik PPA karena serahan dari polsek," ujarnya.

Dalam kasus ini, tersangka dikenakan Pasal 281 ayat 1 KUHP tentang pelecehan seksual atau perbuatan cabul dengan ancaman maksimal dua tahun penjara.

Sebelumnya, seorang mahasiswa salah satu perguruan tinggi di Palembang inisial JZ (25) nyaris tewas dihajar massa usai tepergok memegang payudara wanita PW (20) usai jogging di Jalan Sulaiman Amin, Kecamatan Alang-alang Lebar, Palembang, Sabtu (20/6).

Korban berteriak sehingga warga berkerumun dan mengejar pelaku. Tersangka berhasil diamankan warga dan digebuki sebelum diserahkan ke kantor polisi. Tersangka mengaku tak kuat menahan nafsunya ketika melihat korban berjalan kaki bersama temannya.

Pemuda asal Talang Kelapa, Banyuasin, itu terbiasa menonton video porno di ponselnya.

Rekomendasi