Batal terbang, pemudik menangis saat Salat Id di Bandara Ngurah Rai
Merdeka.com - Kondisi berbeda terlihat di Masjid Al-Ikhlas yang terletak di area Bandara Ngurah Rai hari ini. Untuk kali pertama, masjid tersebut dibanjiri jamaah yang melaksanakan Salat Idul Fitri 1436 Hijriah. Bahkan meluber hingga ke area parkir.
Salah seorang petugas di bandara Internasional Ngurah menuturkan, Salat Id di Masjid Al-Ihklas dipenuhi calon penumpang yang batal terbang ke Surabaya dan Malang lantaran aktivitas penerbangan dari dan menuju bandara tersebut ditutup akibat erupsi Gunung Raung. Akibatnya, pemudik yang batal terbang tertahan di bandara sejak semalam.
"Sebagian besar pemudik menuju Surabaya dan Malang tertahan di sini (Bandara Ngurah Rai) sejak semalam. Mereka terpaksa harus Salat Id di Bandara. Banyak sih saya lihat yang menangis, maklumlah seharusnya saat ini bisa bertemu keluarga," cerita salah seorang petugas di Bandara Ngurah Rai yang akrab disapa Mas Bengbeng.
Sejak semalam, pihak Angkasa Pura I sudah memberikan informasi bahwa penutupan aktivitas Bandara Juanda diperpanjang hingga pukul 12.00 WITA. Otoritas bandara menyediakan fasilitas ibadah bagi umat Muslim yang menjalankan Salat Id di Masjid Bandara Ngurah Rai, Bali.
"Sejauh ini kita masih terus melakukan koordinasi dengan pihak Juanda soal kemungkinan adanya perpanjangan atau tidak. Pastinya dari kami di Angkasa Pura menyediakan pelayanan antar bus gratis bagi penumpang yang berniat mengambil jalur darat menuju terminal Ubung, Denpasar," Papar I GST Putu Arditha, Jumat (17/7) di Denpasar Bali.
Pihaknya juga meminta maskapai penerbangan memberikan perhatian kepada calon penumpang yang gagal diberangkatkan ke Surabaya. "Apakah kebijakan dikembalikan uang tiket atau dilakukan perubahan jadwal, sudah dilakukan koordinasi antar penumpang dengan airline masing-masing," imbuhnya.
(mdk/noe)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya