Bandung Kota Termacet, Ridwan Kamil Sebut Perhatian Transportasi Massal Masih di DKI
Merdeka.com - Berdasarkan survei versi Bank Pembangunan Asia (Asian Development Bank/ADB), Kota Bandung mengalahkan Kota Jakarta sebagai wilayah termacet di Asia. Pemerintah Provinsi Jawa Barat meminta pemerintah pusat untuk mengatasinya dengan serius.
Dalam survei tersebut, Kota Bandung menempati urutan 14 kota termacet di Asia. Sedangkan Kota Jakarta menempati urutan 17, dan Surabaya di posisi 20.
Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil menyatakan bahwa survei mengenai kota termacet menegaskan kembali bahwa kebutuhan transportasi publik harus merata di semua daerah.
"Ini adalah sebuah masukan kepada pemerintah pusat. Cuma perhatian pusat banyak ke Jakarta. Nah, transportasi publik enggak bisa pakai APBD, itu problemnya, kalau gini-gini terus hanya masalah menunggu waktu," kata dia di Gedung Sate, Kota Bandung, Rabu (9/10).
Pria yang akrab disapa Emil ini memberikan ilustrasi mengenai mahalnya penyediaan transportasi massal. Di wilayah Jawa Barat, pembangunan LRT bisa menghabiskan anggaran Rp 500 miliar per km, sedangkan di wilayah Jakarta, anggarannya bisa mencapai Rp1 triliun per kilometer.
"Itu sampai kapanpun berharap pemda beri solusi (mengatasi kemacetan dengan membangun transportasi publik) enggak bisa. Seluruh dunia juga transportasi publik itu federal money, hal ini saya jadi referensi agar semua pihak ikut memikirkan, khususnya pusat," kata dia.
Dengan kata lain, ia menegaskan bahwa persoalan kemacetan dan transportasi publik bola panasnya ada dari pemerintah pusat.
"Kemarin kita dapat hibah bus sudah lumayan, cuma kombinasi tidak hanya mengandalkan mobil tapi berbasis kereta itu. Pilihannya bikin di atas pakai kolom balok atau ngegali dua-duanya mahal. Selama ini perhatian transportasi publik masih daerah Jakarta Raya saja," tuturnya.
(mdk/rhm)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya