Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) membakar sebuah helikopter di Bandara Aminggaru, Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua, Minggu (11/4). Aparat menemukan sebuah surat bernada provokatif di lokasi pembakaran helikopter.
Pada surat itu terdapat tulisan 'Dari Lekk Gakak Telenggen dan Militer Murib, Kalau mau kejar sekitar Ilaga ini. Salam Papua Barat'. Pihak Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) III membenarkan temuan tersebut.
"Ini ditemukan di TKP (tempat kejadian perkara). Bahwa Lekk Gakak Telenggen dan Militer Murib menyatakan bahwa kalau mau mencari mereka, mereka berada di Ilaga," kata Perwira Penerangan Kogabwilhan III Letkol Laut KH Deni Wahidin dalam keterangannya, Senin (12/4).
Surat itu dinilai bentuk upaya Lekk Gakak Telenggen dan Militer Murib menjadikan Ilaga sebagai daerah pertempuran. Aparat menegaskan pihaknya tidak akan mudah terpancing dengan provokasi tersebut.
"Ini salah satu bentuk provokasi dari LT dan MM yang berusaha memancing aparat keamanan untuk melakukan pengejaran. Yang jelas aparat tidak mudah terprovokasi dan tidak mau masyarakat terus menjadi korban dari perbuatan-perbuatan keji KKSB," ujarnya.
Aparat keamanan berhasil mengidentifikasi pelaku pembakaran helikopter yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). Mereka adalah Prenggen Telenggen, Abu Bakar Kogoya, Lerymayu Telenggen, dan Numbuk Telenggen.
Untuk kesekian kali, KKSB melakukan aksi teror di Papua. Termasuk menebar ketakutan di dunia penerbangan yang notabene hal yang sangat vital dalam hal transportasi di Papua.
Sebelumnya, KKSB melakukan aksi teror di dunia pendidikan. Mereka menembak mati sejumlah guru dan membakar sejumlah sekolah.
"Saat ini aparat TNI-Polri sedang mengejar pelaku teror. Fakta ini menambah daftar aksi terorisme KKSB sebagai front bersenjata OPM," pungkas Deni.
Sebelumnya, helikopter milik PT Ersa Air yang terparkir di Bandara Ilaga, Kabupaten Puncak, Minggu malam (11/4), dibakar kelompok bersenjata.
Kapolda Papua Irjen Mathius Fakhiri membenarkan percobaan pembakaran terhadap helikopter dalam kondisi rusak yang terparkir di Bandara Ilaga. Demikian seperti dikutip dari Antara, Senin (12/4).
Saat ini kondisi keamanan di Ilaga relatif aman dan terkendali namun tentara dan polisi yang bertugas di wilayah itu diinstruksikan senantiasa bersiaga.
Ketika ditanya tentang rencana evakuasi warga dari Beoga, salah satu distrik di Kabupaten Puncak, yang ditembaki kelompok bersenjata, Fakhiri mengaku berbagai persiapan masih dilakukan.
"Tidak mudah mengevakuasi mereka mengingat kondisi alamnya yang hanya bisa menggunakan pesawat berbadan kecil, sedangkan helikopter juga kapasitasnya terbatas," kata dia.
"Mudah-mudahan akan segera dapat solusi untuk mengevakuasi mereka," kata Fakhiri, yang mengatakan kini berada di Timika.
Sementara itu Kepala Bandara Ilaga, Herman Sujito, secara terpisah mengatakan, helikopter itu diparkir sejak 31 Maret lalu karena ada gangguan mesin.
Pihak perusahaan masih menunggu onderdil baru namun Minggu malam dibakar. "Yang terbakar di bagian depannya," kata Sujito.