Angka Covid-19 Naik, Fasilitas Kesehatan di Garut Mulai Kekurangan Oksigen

Angka penambahan kasus Covid-19 di Kabupaten Garut mengalami peningkatan. Kondisi ini berimbas pada ketersediaan oksigen yang mulai sulit didapatkan. Sejumlah Puskesmas sudah tidak memiliki stok oksigen.

Mochammad Iqbal
Oleh Mochammad Iqbal - Reporter
Angka Covid-19 Naik, Fasilitas Kesehatan di Garut Mulai Kekurangan Oksigen
RSUD Cengkareng dilengkapi tenda. ©2021 Merdeka.com/Arie Basuki

Angka penambahan kasus Covid-19 di Kabupaten Garut mengalami peningkatan. Kondisi ini berimbas pada ketersediaan oksigen yang mulai sulit didapatkan. Sejumlah Puskesmas sudah tidak memiliki stok oksigen.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, Maskut Farid mengakui, sejak beberapa hari terakhir oksigen menjadi barang yang cukup sulit didapatkan.

"Kemarin saya sudah telepon ke perusahaan. Jadi memang sekarang (oksigen) agak susah. Tapi diusahakan didrop secepatnya," ujarnya, Jumat (25/6).

Kelangkaan oksigen di Garut terjadi karena pabrik pabrik kesulitan dalam pembagian oksigen. Persoalan lainnya, berdasarkan pengakuan perusahaan penyuplai oksigen, terjadi peningkatan harga tabung gas oksigen.

"Awalnya satu tabung itu harganya Rp1 juta, sekarang Rp2,5 juta. Jadi sekarang agak susah beli tabungnya. Jadi ada keluhan itu juga," ungkapnya.

Kelangkaan oksigen menyebabkan sejumlah Puskesmas di Garut tidak memiliki stok sama sekali. Dia sempat menerima keluhan dari pihak Puskemas.

"Mudah-mudahan tidak ada kekosongan oksigen di Puskemas. Kemarin sempat kosong, di pasaran kosong, sulit," katanya.

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil menjamin kebutuhan oksigen masih aman dalam 3 hingga 4 hari ke depan. Namun dia tidak menampik ada beberapa daerah yang kekurangan.

"Tapi pasti dalam rata-rata ada 1 atau 2 daerah (yang kekurangan). Saya kira bisa diselesaikan Bupati. Kalau Bupati bendera putih Pemprov akan turun tangan," sebutnya.

Pria yang biasa disapa Emil ini menuturkan, informasi kelangkaan oksigen akan menjadi catatan khusus. "Ini juga nanti saya cari asosiasi pengusaha oksigennya untuk membantu dan memberikan skenario yang lebih baik," tutup Emil.

Rekomendasi