Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Aktivitas Eks anggota Gafatar di Purbalingga akan dipantau aparat

Aktivitas Eks anggota Gafatar di Purbalingga akan dipantau aparat Eks Gafatar tiba di Tanjung Emas. ©2016 merdeka.com/parwito

Merdeka.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purbalingga berjanji akan fasilitasi 16 mantan anggota Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) di sana. Pernyataan tersebut diungkapkan Penjabat (Pj) Bupati Purbalingga, Budi Wibowo kepada wartawan, Senin (25/1).

Dia mengemukakan, Saat ini mantan anggota Gafatar asal Jawa Tengah ditampung di Asrama Haji Donohudan, Boyolali untuk jalani program normalisasi meliputi fisik dan psikis. Rencana pada Kamis (28/1), lanjut Budi, tim dari pemkab Purbalingga akan jemput mereka kembali ke Purbalingga.

"Semua diurus pemerintah. Keluarga tidak perlu repot-repot menjemput ke Boyolali," katanya.

Masih menurut Budi, pihaknya meminta kepada masyarakat Purbalingga untuk bisa menerima kehadiran mantan anggota Gafatar di lingkungannya. Harapan tersebut disampaikannya, karena sebenarnya selama ini tindakan mereka berada dibawah pengaruh yang luar biasa.

"Setelah kembali ke Purbalingga, aktivitas eks anggota Gafatar akan dipantau oleh jajaran Polres, Kodim dan Kesbangpol (Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik). Bila muncul perilaku negatif agar segera dilaporkan," ujarnya.

Lebih jauh dia menjelaskan, sementara pemkab akan memberikan bantuan hingga kurun waktu tertentu kepada mantan anggota Gafatar yang kembali ke Purbalingga. Sebab, menurutnya, banyak dari mereka yang sudah tidak memiliki rumah karena dijual. Dia juga berharap, sanak keluarga atau anggota keluarga lain bisa menampung.

Budi mengatakan pemkab sedang mengirimkan empat personel ke Asrama Donohudan untuk mengecek keberadaan anggota mantan anggota Gafatar yang saat ini sedang menjalankan masa rehabilitasi selama tiga hari. Nantinya, setelah dikembalikan ke daerah asal, jelasnya, Pemkab Purbalingga juga akan melakukan kegiatan serupa selama kurang lebih satu minggu.

Rehabilitasi tersebut akan diisi pendalaman pemahaman agama oleh tokoh agama dari Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) serta materi kebangsaan dari kepolisian, kodim serta kesbangpol.

"Setelah insaf dan mengakui kesalahannya, nantinya akan dikembalikan ke masyarakat, dan masyarakat juga harus bisa menerima sekembalinya eks Gafatar ini," katanya

Saat ini, pemkab Purbalingga menyiapkan tempat penampungan sementara. Menurut Budi, ada dua tempat yang direncanakan, yakni asrama batalion 406 Bojong atau di GOR Mahesa jenar. Kedua tempat ini dinilai tepat, karena luas, serta dari segi sanitasi layak untuk pemukiman sementara dalam menjalani rehabilitasi. (mdk/cob)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP