Kepolisian Polda Bali langsung membentuk tim menyelidiki dugaan pembunuhan terhadap anggota Satuan Lalu-Lintas Polsek Kuta, Aipda I Wayan Sudarsa. Jasadnya ditemukan berada di pinggir Pantai Legian, Kuta, Badung, Rabu (17/8) pagi.Kematian anggota polisi kelahiran 1963 itu menjadi kado pahit bagi Polda Bali di hari Kemerdekaan RI. Bahkan, Kapolda Bali Irjen Pol Sugeng Priyanto, usai memimpin upacara Hut RI langsung menuju lokasi kejadian.Menurut Sugeng, sudah ada tiga saksi diperiksa di Polsek Kuta. Dari keterangan mereka, diketahui kemungkinan dugaan ciri-ciri pelaku."Saat ditemukan ada luka di kepala dan leher. Benar itu anggota kami. Bertugas di Polsek Kuta, tugas lantas. Ada tiga saksi. Dua anggota security dan satu pecalang," kata Sugeng.Menurut keterangan sementara saksi, dia sebelumnya sempat mendengar ada suara teriakan minta tolong dari arah depan Hotel Pullman. Saksi merupakan satpam hotel sempat melihat. Namun saat ditengok, dia menganggap korban sedang bercanda. Kemudian saksi langsung kembali."Keterangan ketiga saksi ya seluruhnya hampir sama. Saat dilihat ke lokasi, dianggap tidak ada yang serius, semacam dilihat orang bercanda," ujar Sugeng.
Lantaran keterangan didapat dan bukti sangat minim, Sugeng mengaku akan terus mengumpulkan bukti buat mengungkap misteri pembunuhan Wayan Sudarsa. Menurut dia, saat ini polisi sudah membentuk tim bertugas memburu pelaku, terdiri dari Disreskrim Polda Bali, Polresta, dan Polsek Kuta."Kita belum bisa menyimpulkan apa yang jadi motif pembunuhan ini. Masih sedang kita dalami," ucap Sugeng.Dari pemeriksaan rekaman kamera pengawas, dikabarkan ada sekitar tiga hingga lima orang berada di lokasi saat kejadian. Salah satunya diduga perempuan merupakan warga asing. Namun, Sugeng belum berani memastikan lantaran minimnya keterangan saksi dan alat bukti. Dia malah beralasan polisi belum memeriksa rekaman CCTV.Menurut petugas keamanan Hotel Pullman, mereka mendengar suara teriakan dan selanjutnya mencari tahu asal suara. Setelah tiba di pantai, saksi melihat seorang lelaki sedang diduduki oleh seorang perempuan bule, dan satu orang lagi sedang tiduran di samping tubuh laki-laki itu dan saat itu korban terus berteriak. Saksi juga melihat tiga orang lagi duduk di bawah pohon jaraknya sekitar lima meter dari posisi korban tersebut.Saat peristiwa terjadi, Sudarsa sedang bertugas. Hal itu dibuktikan dengan sejumlah lambang Polri di pakaiannya. Bahkan saat ditemukan, korban masih mengenakan seragam dan jaket hitam bertuliskan polisi.