Setelah melalui proses evakuasi yang cukup panjang dari Gunung Rinjani, Lombok, Nusa Tenggara Barat, jenazah Mochammad Ainul Taksim, (26), pendaki asal Makassar korban gempa bumi akhirnya tiba di Makassar.
Pada Rabu (1/8) pagi ini jenazah dimakamkan di pemakaman tokoh-tokoh Laikang kurang lebih 2 kilometer dari lokasi rumahnya di perumahan Bumi Sudiang Permain Blok J 14, Kelurahan Laikang, Kecamatan Biring kanaya. Tampak Kapolda Sulsel, Irjen Polisi Umar Septono juga turut melayat.
Setelah disalatkan di masjid terdekat, jenazah kemudian ditandu oleh teman-temannya menuju pemakaman sejauh 2 kilometer. Ambulance yang tersedia tidak digunakan.
"Kita yang minta ke keluarga almarhum untuk ditandu, tidak gunakan mobil ambulance dan keluarga mengizinkan. Ini adalah bentuk penghormatan kami sebagai teman ke Ainul," tutur Rusli, (28), kawan kecil Ainul sejak SD hingga SMA, Rabu, (1/8).
Selain itu, kata Rusli, jauhnya jarak tandu jenazah menuju pemakaman juga dimaksudkan agar lebih lama menghayati.
Rusli menuturkan Ainul adalah teman yang baik. Pergaulannya cukup luas. Pertemuan terakhir Selasa (24/7) lalu sebelum berangkat ke Gunung Rinjani keesokan harinya.
"Kita main domino ramai-ramai dan malam itu Ainul begitu berbeda. Tampak gembira, heboh jadi kami main-main dan bilang ke Ainul tidak usah berangkat ke Rinjani karena ini bulan tidak baik," tutur Rusli.
Selain teman-teman rumah, teman-teman kecil Ainul, juga sejumlah rekannya sesama pendaki ikut menandu jenazah.
Saat jenazah mulai ditandu dari masjid, hajjah Farida, (52), ibu dari Ainul tidak kuasa menahan kepergian anaknya. Dia nekat mau ikut jalan kaki menuju pemakaman namun akhirnya jatuh pingsan. Terpaksa ibu enam anak ini dibopong kerabatnya naik ke mobil diangkut menuju rumah duka.