Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengungkapkan, penyebab terjadinya banjir di kawasan Kemang, Petogogan, Kalisuren yang mencapai ketinggian di atas 50 sentimeter karena jebolnya dinding rumah warga."Bukannya gerojongan Kalut dari Kali Krukut, tapi ada lima rumah orang yang dindingnya jebol," ungkap Ahok saat menghadiri acara Halal Bihalal dan Silaturahmi Masyarakat Belitung di Gedung Rimbawa II, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Jakarta Pusat, Minggu (28/8). Dituturkan Ahok, sebagian besar rumah warga di Kemang dibangun persis di pinggiran sungai sehingga ketika hujan deras dan air sungai meluap bisa mengakibatkan rumah jebol. Dia menambahkan, keberadaan rumah warga yang ada di pinggir sungai tersebut bukan atas izin darinya."Nah saya enggak tahu bagaimana caranya mereka dapat sertifikat zaman itu, saya enggak tahu. Tapi kalau zaman Belanda, namanya kali kiri kanan itu pasti jalur inspeksi dan lebarnya itu pasti 10-20, sekarang tinggal 3 meter 5 meter," jelasnya.Sebelumnya, Ahok mengatakan banjir yang terjadi di Kemang disebabkan belum selesainya normalisasi sungai di Kali Grogol dan Kali Krukut. Apalagi, kawasan Jakarta Selatan dikenal sebagai daerah lembah. "Seperti saya sampaikan. Kalau hujan, Jakarta Selatan pasti tergenang karena dia banyak sekali lembah-lembah, termasuk Kali Grogol belum selesai normalisasi, termasuk Kali Krukut," ujar Basuki di Usai meresmikan lapangan olahraga di Plaza Timur Monas, Jakarta, Sabtu (27/8).Ahok mengklaim banjir di Jakarta Selatan itu tak akan terjadi lebih dari sehari. "Makanya kamu lihat Pusat, Utara bebas. Kalau Selatan saya jamin tidak akan lebih dari sehari berhenti, hitungan jam selesai, makanya kita kerjain," lanjutnya.
Ahok: Banjir di Kemang karena lima rumah dindingnya jebol
"Bukannya gerojongan Kalut dari Kali Krukut, tapi ada lima rumah orang yang dindingnya jebol," ungkap Ahok.
Halaman Berikutnya
Migrasi Sunyi dari Pesisir Sumut: Laut Memaksa Pergi, Kemiskinan Menahan Bertahan
Advertisement
Rekomendasi