Di BAP disebut dosis sianida di tubuh Mirna 2 kali lipat

Racun sianida begitu cepat beraksi ke organ tubuh manusia sehingga sangat mematikan.

Muchlisa Choiriah
Oleh Muchlisa Choiriah - Reporter
Di BAP disebut dosis sianida di tubuh Mirna 2 kali lipat
Sidang Jessica Kumala Wongso. ©2016 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Dokter Forensik RS Polri, Kramatjati, Jakarta Timur, Slamet Purnomo bersaksi di sidang pembunuhan Wayan Mirna salihin yang tewas usai meminum Es kopi Vietnam yang mengandung racun sianida. Dalam kesaksiannya, terungkap begitu berbahayanya racun sianida jika dikonsumsi manusia.Hakim bertanya tentang apa yang terjadi dengan Mirna seusai minum kopi bersianida. Dalam rekaman CCTV, Mirna terlihat mengibaskan mulut seperti orang kepanasan, kemudian tak lama kemudian langsung kejang dan akhirnya tewas."Jadi bahwa sianida itu memyebabkan oksigen dalam darah tidak bisa diserap organ tubuh, terutama otak, dengan adanya gangguan penyerapan oksigen ke otak, sehingga orang tersebut mengalami kejang-kejang dan kemudian sesak nafas, karena paru-paru tak berfungsi, oksigen dan terakhir jantung mengakibatkan tak sadar," kata Slamet di PN Jakarta Pusat, Rabu (3/8).Hakim bertanya tentang seberapa cepat pengaruh sianida menjalar ke dalam tubuh. Menurut dia, reaksi sianida sangat cepat."Jadi secara fisioligis darah ada hemoglobin dan mengalir melalui sel-sel, dan diserap semua organ tubuh manusia. Nah pada keracunan sianida, oksigen tak bisa dilepas ke sel, karena enzim diikat sianida sehingga tak terpakai dan tetap di dalam darah. Itu yang menyebabkan kenapa cepat meninggal, karena menyerang organ penting," jelas dia.Hakim juga mencecar tentang kandungan sianida yang berada di minuman Mirna. Menurut penjelasan toksikologi, ada 0,14 gram/ml x 20 ml = 0,2 lebih yang jumlah tersebut jauh lebih besar dari dosis."Jadi kami diberikan BAP pemeriksaan lab, lalu kami diberikan scan hasil pemeriksaan itu, kami lihat bahwa dosis yang masuk ke dalam tubuh berdasarkan analisa beliau 2 kali lipat dari dosis biasa yang menimbulkan tanda-tanda kematian begitu cepat, sehingga kami menyimpulkan memang penyebab sianida, dan di lambung ditemukan 0,2 miligram perliter sianida," terang dia.

Rekomendasi