Pemerintah Kota Bekasi, Jawa Barat menggelar tes massal dengan teknologi Polymerase Chain Reaction atau PCR di sejumlah titik. Hal ini dilakukan untuk mendeteksi penyebaran virus corona melalui pergerakan orang yang keluar masuk Bekasi.
900 Orang yang menjalani tes PCR di antaranya di Stasiun Bekasi, Perbatasan Sasak Jarang - Bulak Kapal, Perbatasan Sumber Arta, Perbatasan Molek Jatiwaringin, Perbatasan Lubang Buaya-Pondok Gede, Perbatasan Teh Botol Sosro-Harapan Indah, dan Perbatasan Pangkalan 6 Bantar Gebang dan di perbatasan Tongyang Harapan Indah.
"Saya ingin melihat (peta sebaran virus corona), jika hasilnya ada yang positif langsung diarahkan ke RSUD ataupun isolasi mandiri," kata Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi, Selasa (5/5).
Menurut dia, hasil tes massal menggunakan teknologi PCR akan keluar maksimal dua hari dan paling cepat besok. Petugas, kata dia, telah mengantongi identitas yang telah dites secara massal tersebut. Jika ada yang ditemukan positif, maka petugas langsung menjemput ke rumahnya.
"Semoga saja tidak diketemukan yang positif," kata Rahmat Effendi.
Dalam tiga hari terakhir, kata dia, di wilayahnya tak ada penambahan kasus positif Covid-19. Tren baik ini diharapkan berlanjut sampai dengan penerapan kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Kota Bekasi selesai pekan depan. Adapun data terkini kasus positif Covid-19 di Kota Bekasi mencapai 252 orang, 167 di antaranya sembuh.
"Pastinya pemerintah Kota Bekasi berupaya terus dalam memutus mata rantai Covid 19 ini, disebar para analis dan tim kesehatan dari Dinkes dan RSUD melakukan tes kepada masyarakat," kata dia.