65 Hektare sawah di Kediri kebanjiran, kerugian ratusan juta rupiah

Lahan pertanian yang terendam banjir ini umumnya ditanami padi. Usia tanaman berkisar antara 1 bulan ke atas. Tetapi ada pula yang kini baru proses pembibitan. Selain padi dan jagung, ada petani yang mengembangkan pertanian mina padi. Yaitu, bercocok tanam bersamaan dengan membudidayakan ikan.

Imam Mubarok
Oleh Imam Mubarok - Reporter
65 Hektare sawah di Kediri kebanjiran, kerugian ratusan juta rupiah
Banjir di Kediri. ©2017 Merdeka.com

Curah hujan tinggi dalam seminggu terakhir di wilayah Kediri mengakibatkan hampir 65 hektare sawah di Desa Putih, Kecamatan Gampengrejo, Kabupaten Kediri terendam banjir, Kamis (21/12).

Kepala Desa Putih, Basori mengaku, musibah ini terjadi sejak tiga hari terakhir. Air hujan merendam tanaman padi dan jagung petani. Kondisi ini diperparah dengan air kiriman dari Sungai Kresek, karena tanggul jebol.

"Seperti ini bisa dilihat, hamparan sawah berubah menjadi lautan. Kami tidak bisa berbuat banyak karena volume air terus meningkat. Yang bisa kami lakukan hanya menutup tanggul jebol, itupun tidak bisa mengurangi air yang merendam sawah," kata Basori yang juga mantan staf di Pemkot Kediri ini.

Lahan pertanian yang terendam banjir ini umumnya ditanami padi. Usia tanaman berkisar antara 1 bulan ke atas. Tetapi ada pula yang kini baru proses pembibitan. Selain padi dan jagung, ada petani yang mengembangkan pertanian mina padi. Yaitu, bercocok tanam bersamaan dengan membudidayakan ikan.

Menurut Basori, lahan sawah yang disulap menjadi mina padi seluas 300 ru (1 ru = 3.75 m x 3.75 m = 14.0625 m2). Petani membudidayakan ikan nila di antara tanaman padi. Tetapi usaha tersebut kini gagal, karena kebanjiran, dan ikan usia panen pun amblas.

Secara geografis, lahan pertanian di Desa Putih ini terletak lebih rendah dari Sungai Brantas. Sehingga, pada musim penghujan seperti ini menjadi kawasan langganan banjir. Air irigasi yang melimpah tidak dapat dibuang atau mengalir ke Sungai Brantas.

"Jalan satu satunya adalah membuat terowongan di bawah Bendung Gerak untuk mengalirkan air dari sini. Karena letaknya memang berada di bawah. Kami sudah usul, tetapi belum pernah terealisasi," ungkapnya.

Masih menurut Basori, banjir kali ini paling parah dadi tahun tahun sebelumnya. Lahan pertanian yang terendam lebih luas. "Kerugian yang diderita petani berkisar ratusan juta rupiah," jelasnya.

Pantauan merdeka.com, sejak pagi hari warga berdatangan ke sawah untuk melihat kondisi pertanian mereka yang terendam banjir. Saiful salah satu petani berharap pemerintah segera turun tangan mengatasi banjir, sebab jika tidak maka dipastikan mereka akan mengalami gagal panen.

Rekomendasi