40 Mahasiswa UBD korban selasar BEI dipulangkan ke Palembang sore ini

40 Mahasiswa UBD korban selasar BEI dipulangkan ke Palembang sore ini. Dosen Fakultas Ekonomi UBD Palembang, Rabin Ibnu Zainal mengungkapkan, keberadaan mahasiswanya di BEI Jakarta dalam rangka kunjungan industri. Mereka berjumlah 93 orang yang merupakan mahasiswa jurusan akuntansi semester lima ditambah empat dosen.

Irwanto
Oleh Irwanto - Reporter
40 Mahasiswa UBD korban selasar BEI dipulangkan ke Palembang sore ini
Atap Gedung Bursa Efek Indonesia ambruk. ©2018 Merdeka.com/Iqbal S Nugroho

Puluhan mahasiswa Universitas Bina Darma (UBD) Palembang menjadi korban runtuhnya selasar lantai Mezzanine Tower II Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, kemarin siang. Mayoritas korban mengalami patah tulang sehingga perlu tindakan operasi.

Dosen Fakultas Ekonomi UBD Palembang, Rabin Ibnu Zainal mengungkapkan, keberadaan mahasiswanya di BEI Jakarta dalam rangka kunjungan industri. Mereka berjumlah 93 orang yang merupakan mahasiswa jurusan akuntansi semester lima ditambah empat dosen pendamping.

"Kami tidak menyangka mahasiswa kami menjadi korban. Alhamdulillah kondisi mereka mulai membaik, masih dirawat di Jakarta," ungkap Rabin, Selasa (16/1).

Dijelaskannya, BEI Jakarta merupakan agenda pertama yang baru dikunjungi para korban. Rencananya, mereka akan mengunjungi beberapa industri besar lain selama sepuluh hari dengan kota tujuan Bandung, Yogyakarta, dan terakhir ke Lombok.

"Tadinya berkunjung ke industri di kota-kota itu, karena musibah ini kita batalkan," ujarnya.

Selain itu, 40 mahasiswa dijadwalkan akan pulang ke Palembang nanti sore. Sementara puluhan rekannya yang lain masih dirawat di Jakarta.

40 Mahasiswa tersebut telah diizinkan dokter pulang mengingat kondisinya mulai membaik. Mereka akan diterbangkan dari Jakarta ke Palembang dengan biaya ditanggung pihak BEI.

"40 mahasiswa ditambah dua dosen sudah dipesankan tiket pesawat. Nanti sore mereka kembali ke Palembang," ungkapnya.

Informasi yang diterimanya, sebagian mahasiswa akan dijemput keluarga masing-masing setiba di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang. Ada juga yang akan dibawa ke kampus terlebih dahulu sebelum istirahat di rumah.

"Kita jemput, sudah disiapkan bus di bandara. Insyaallah nanti sore sudah tiba," ujarnya.

Sementara puluhan mahasiswa lain, kata Rabin, masih menunggu jadwal tindakan operasi di sejumlah rumah sakit di Jakarta. Semuanya mengalami patah tulang sehingga diperlukan tindakan medis secepatnya.

"Dalam catatan kami ada 22 mahasiswa lagi yang menunggu operasi, ada beberapa yang sudah operasi tadi malam. Kita kawal sampai anak-anak pulih dan pulang ke Palembang," katanya.

Menurut dia, kunjungan industri menjadi salah satu syarat mahasiswa untuk mengikuti praktek kerja lapangan (PKL) yang dilakukan setiap tahun. Selain PKL, mahasiswa juga bisa memilih alternatif lain, yakni magang di perusahaan industri.

"Terserah mahasiswa pilih yang mana. Nah, kebetulan mahasiswa-mahasiswa kita itu pilih kunjungan industri, jadi berangkat," kata dia.

Terkait biaya perjalanan yang dibebankan kepada setiap mahasiswa, Rabin mengaku belum mendapat informasi dari panitia. Dia juga belum memberikan gambaran apakah ongkos akan dikembalikan atau tidak.

"Untuk ongkos tidak tahu saya. Kalau untuk pengembalian belum kita bahas, kita fokus pemulangan dan penyembuhan anak-anak dulu," tuturnya.

Rekomendasi