Kepala Dinas Kota Tasikmalaya, Uus Supangat mengungkapkan bahwa saat ini pihaknya masih terus melakukan kegiatan vaksinasi. Setidaknya, berdasarkan data sementara pihaknya, 30 persen warga Kota Tasikmalaya sudah divaksinasi Covid-19 dosis pertama.
Jumlah capaian tersebut, menurut Uus bisa tercapai berkat kerjasama seluruh pihak yang ada di Kota Tasikmalaya. Selama ini, kegiatan vaksinasi bukan hanya dilakukan oleh dinasnya saja melalui puskesmas, namun juga juga ada yang dilakukan secara kolaborasi dengan TNI-Polri.
“Jadinya hasil capaian vaksinasi di Kota Tasikmalaya cukup baik. Saat ini capaian kita di angka sekitar 30 persen yang sudah vaksinasi," ungkap Uus (7/9).
Ia menjelaskan bahwa jumlah total sasaran vaksinasi di Kota Tasikmalaya berjumlah 560.243 orang. Dari jumlah tersebut, 167.646 orang atau 29,92 persen sudah menjalani vaksinasi dosis pertama.
“Pelaksanaan vaksinasi dosis kedua sudah menyasar 98.125 orang atau 17,51 persen. Sedangkan pelaksanaan vaksinasi dosis ketiga yang masih dikhususkan untuk tenaga kesehatan (nakes) sudah mencapai 2.664 orang atau 0,48 persen,” jelasnya.
Banyaknya masyarakat yang menjalani vaksin, disebut Uus memberikan dampak positif pada kasus Covid-19. Saat ini, kasus Covid-19 di Kota Tasikmalaya terus mengalami penurunan yang cukup signifikan. Selain kasusnya, bed occupancy rate (BOR) yang sebelumnya sampai menyentuh angka 70 persen menyisakan 7 persen saja.
Untuk ketersediaan vaksin di Kota Tasikmalaya, menurut Uus saat ini relatif aman karena distribusi dari pemerintah pusat juga dilakukan melalui TNI dan Polri. Namun ia berharap agar pemerintah memberikan perhatian khusus ke Kota Tasik terkait stok vaksin karena masyarakat yang divaksinasi banyak yang berasal dari luar daerah.
"Contohnya di lingkungan pesantren, banyak santri dari luar kota. Kemudian saat vaksinasi massal, banyak warga dari daerah tetangga yang ikut. Karena itu, kita minta diperhatikan kecukupan vaksinnya," katanya.
Untuk stok vaksin yang ada saat ini, jika diestimasikan akan cukup hingga sepekan kedepan. “Sejauh ini distribusi masih lancar. Kalau kita kurang, kita juga minta ke instansi lain," tutup Uus.