2 Warga Sragen Meninggal Diduga Hirup Gas Beracun Saat Perbaiki Pompa Air Sumur

Berdasarkan hasil pemeriksaan luar dari tim Inafis Polres Sragen, kedua korban yang meninggal dunia tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan.

Arie Sunaryo
Oleh Arie Sunaryo - Reporter
2 Warga Sragen Meninggal Diduga Hirup Gas Beracun Saat Perbaiki Pompa Air Sumur
Ilustrasi Mayat. ©2013 Merdeka.com

Dua warga Sragen, Jawa Tengah, meninggal dunia dalam sumur sawah usai memperbaiki pompa air. Dua warga asal Dukuh Semen RT 01, Desa Sribit, Kecamatan Sumberlawang, tersebut meregang nyawa setelah diduga menghirup udara beracun di sumur sedalam 5 meter itu.

Informasi dihimpun, awalnya korban bernama Loso (49), akan memperbaiki pompa air sumur di sawah bersama anaknya. Setiba di sawah, korban turun ke sumur tempat pompa air dipasang menggunakan tangga bambu. Namun tak lama kemudian korban tergeletak dan tidak bergerak.

"Melihat kejadian itu anak korban Ambar panik dan langsung meminta pertolongan warga. Warga berdatangan ke tempat kejadian untuk memberikan pertolongan. Sukiman (40) langsung turun ke sumur untuk menolong. Tetapi ia langsung tergeletak setelah menghirup udara dalam sumur," kata Pjs Kasubbag Humas Polres Sragen, AKP Suharno, Jumat (3/1).

Menurut Suharno, melihat hal tersebut masyarakat yang lain langsung berusaha meminta bantuan lagi ke kampung sampai akhirnya datang kepolisian Polsek Sidoharjo, Sragen.

"Kemudian tim identifikasi Polres Sragen, tim SAR Himalawu dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) tiba dan melakukan evakuasi kedua korban dari dalam sumur," kata dia.

Kedua korban yang sudah dalam keadaan meninggal dunia dibawa ke rumah duka. Berdasarkan hasil pemeriksaan luar dari tim Inafis Polres Sragen, kedua korban yang meninggal dunia tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan.

"Dugaan sementara penyebab meninggalnya kedua korban karena menghirup gas beracun dari dalam sumur sawah," pungkas Suharno.

Rekomendasi