Pernikahan Dini Jadi Penyumbang Terbesar Stunting di Jatim, Arumi Bachsin Katakan Ini

Arumi Bachsin mengungkapkan, penyumbang terbesar stunting ialah pernikahan dini atau pernikahan yang terjadi di usia anak. Ini faktanya.

Rizka Nur Laily M
Oleh Rizka Nur Laily M - Reporter
Pernikahan Dini Jadi Penyumbang Terbesar Stunting di Jatim, Arumi Bachsin Katakan Ini
Arumi Bachsin. ©2020 Merdeka.com/liputan6.com

Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Jawa Timur Arumi Bachsin mengungkapkan, penyumbang terbesar stunting ialah pernikahan dini atau pernikahan yang terjadi di usia anak.

Untuk itu, kata Arumi, edukasi gizi sejak remaja perlu dilakukan guna mencegah terjadinya stunting.

"Intervensi stunting memang harus saat dalam kandungan, namun itu saja sudah telat, momen yang paling tepat adalah ketika remaja, sehingga mereka siap untuk menjadi ibu," ujar Arumi, Sabtu (10/4/2021).

Edukasi Gizi

Sementara itu, pernikahan di usia anak antara lain disebabkan oleh kemiskinan, putus sekolah, dan kurangnya pendidikan formal maupun nonformal.

Istri Wagub Jatim Emil Dardak ini mengingatkan pentingnya edukasi tentang gizi yang disampaikan secara gamblang. Salah satunya yakni edukasi mengenai konsumsi kental manis yang jamak diberikan sebagai minuman untuk anak-anak.

Perilaku Konsumsi

Dokter Spesialis Gizi Klinis Universitas Indonesia, Fiastuti Witjaksono mengungkapkan karakteristik perilaku konsumsi masyarakat Indonesia yakni menyukai makan manis, asin, serta mengandung lemak. Asupan lemak rata-rata orang Indonesia lebih tinggi dibandingkan negara lain.

Asupan lemak jenuhnya 2 kali lipat dari negara lain, hal inilah yang menjadi sumber dari segala penyakit. Pada remaja, perilaku konsumsi yang tidak seimbang terlihat lebih jelas.

"Kita perlu fokus pada remaja karena ketidaktepatan nutrisi akan memengaruhi status gizi dan kesehatan generasi yang akan datang. Bila remaja melakukan diet yang salah akan berakibat gangguan pertumbuhan dan bila dietnya salah akan menjadi remaja yang pendek dan akan melahirkan bayi-bayi yang stunting," ujarnya.

Remaja Sekarang

Ditambah lagi, imbuh dia, remaja sekarang memiliki kebiasaan mengonsumsi fast food dan junk food yang memiliki kandungan gula, garam, dan lemak tinggi.

"Harusnya nutrisi remaja mengandung nutrian yang dibutuhkan bagi pertumbuhannya, seperti protein yang tinggi, jangan banyak gula. Saya tidak setuju jika anak diberi kental manis karena sama sekali tidak ada gizinya, isinya hanya gula," tandas Fiastuti.

Rekomendasi