Merebaknya kasus Covid-19 tidak hanya memukul sektor medis. Banyak dari karyawan yang harus menerima dirinya di PHK lantaran kantor tempat bekerja tak lagi bisa memberikan upah. Kisah haru dan pilu datang dari Malaysia. Seorang korban PHK harus banting setir menjadi seorang penjual ikan.
Melansir dari Liputan6, seorang pria bernama Mohd Hasrul Abd Hamid banting setir untuk menjual ikan demi menghidupi keluarganya. Mohd Hasrul Abd Hamid adalah seorang pekerja di pabrik di Seremban, Negeri Sembilan. Akibat terimbas corona, dirinya harus rela banting setir menjadi penjual ikan agar keluarganya tetap dapat hidup.
Advertisement
Tak Sengaja Jualan Ikan
Menjadi penjual ikan rupanya bukan rencananya yang sudah dipikirkan oleh Mohd Hasrul Abd Hamid. Dirinya mengatakan bahwa menjual ikan sebenarnya merupakan sesuatu yang tidak disengaja. Semua bermula saat istrinya memosting ikan yang ia belikan. Kemudian banyak teman yang bertanya apakah dirinya menjual ikan tersebut.
“Sebelumnya teman saya menjual ikan. Pada waktu itu, saya membeli ikan dan membagikannya kepada keluarga dan kemudia istri saya mengambil foto ikan tersebut dan memostingnya secara online. Sejak saat itu, Teman-teman istri saya terus bertanya apakah menjual ikan tersebut.”
Setelah itu barulah Mohd Hasrul mulai mempromosikan dagangannya. Menggunakan sosial media, dirinya mulai menjajakan dagangannya. Mohd Hasrul menjual ikan segarnya seharga RM10 per kg. Tak hanya itu, ia juga memberikan gratis ongkos kirim untuk siapa saja yang membeli dagangannya ini.
Advertisement
Punya Ayah 6 Anak, Prioritaskan Keluarga
Di tengah keadaan sulit yang terhimpit Covid-19, dirinya harus terus putar otak agar keluarganya tercukupi. Diketahui, Mohd Hasrul adalah ayah dari 4 orang anak. Dirinya harus mengatur benar pengeluarannya dan mementingkan membeli bahan-bahan pokok yang dibutuhkan.
"Saya memprioritaskan kebutuhan anak-anak saya, seperti popok, makanan, dll. Kita juga perlu mengatur keuangan yang kita miliki dengan cerdas," ceritanya, dikutip dari Liputan6.com.