Pada Jumat (22/4), Presiden Jokowi resmi melarang ekspor minyak goreng serta bahan baku minyak goreng ke luar negeri yang berlaku mulai 28 April mendatang. Kebijakan ini sebenarnya menuai pro dan kontra. Namun Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mendukung penuh kebijakan ini.
“Ketika kita sudah menggunakan kebijakan HET nggak jalan, menggunakan DMO nggak jalan, sudah dikawal dengan instrumen pemerintah juga masih nggak beres, saya kira ini sebuah tindakan yang dilakukan oleh presiden dengan sangat tegas,” kata Ganjar dikutip dari ANTARA pada Minggu (24/4).
Menurut Ganjar, tindakan tegas yang diambil langsung oleh Presiden Jokowi itu benar dan bagus karena persoalan minyak goreng sudah berjalan empat tahun lebih. Berikut selengkapnya:
Advertisement
Terkait kebijakan tersebut, Ganjar mengatakan bahwa para pemangku kepentingan utama seperti Menteri Perdagangan dan Menteri Perindustrian serta BUMN atau Badan Pangan Nasional segera mengambil langkah, misalnya dengan mengajak para pengusaha berkomunikasi.
Dalam konteks ini, Ganjar menyebut para pengusaha akan mau diajak duduk bersama dan yakin kalau yang bersangkutan punya jiwa nasionalisme dan patriotisme yang tinggi.
“Sekali lagi, kepentingan nasional kita mesti dukung tindakan ini. Presiden menyampaikan sampai waktu yang belum ditentukan, artinya kalau semuanya cepat-cepat memperbaiki hal ini, mungkin situasi seperti ini tidak perlu lama. Tapi kalau tidak diperbaiki pasti kebijakan ini akan berdampak pada yang lain,” kata Ganjar dikutip dari ANTARA.
Advertisement
Ganjar berpendapat bahwa larangan ekspor minyak goreng ini memiliki pengaruh bagus, khususnya di wilayah Jawa Tengah dan daerah lain se-Indonesia. Ia pun menduga bahwa dengan kebijakan ini akan makin banyak minyak goreng yang masuk.
“Setelah ini dicek saja, dugaan saya pasti akan ada minyak goreng yang masuk ke sini lebih banyak lagi, dan saya sudah ‘ngecek’ ke lapangan untuk minyak goreng curah juga tidak gampang didapat. Mereka yang dapat BLT membelinya juga minyak goreng yang kemasan semua, itu sudah saya tanyakan pada mereka semua,” kata Ganjar dikutip dari ANTARA pada Minggu (24/4).