Cara Mendidik Anak yang Keras Kepala, Gunakan Komunikasi Dua Arah

Dalam hal ini, terdapat beberapa cara mendidik anak yang keras kepala bisa Anda terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Mulai dari membuka komunikasi dua arah dengan anak, memahami kondisi dan perasaan anak, hingga memberikan aturan dan konsekuensi pada anak.

Ayu Isti Prabandari
Oleh Ayu Isti Prabandari - Reporter
Cara Mendidik Anak yang Keras Kepala, Gunakan Komunikasi Dua Arah
Ilustrasi keluarga. ©Shutterstock.com/ Ilike

Mendidik anak merupakan suatu tantang yang tidak mudah bagi setiap orang tua. Di mana orang tua harus mendampingi perkembangan anak dari masa ke masa. Mulai dari bayi, masa kanak-kanak, masa remaja, hingga dewasa. Tentu hal ini tidak lepas dari setiap masalah yang dihadapi anak selama masa hidupnya.

Dalam hal ini, mungkin Anda akan menghadapi anak dengan masalah yang lebih kompleks ketika anak sudah memasuki usia sekolah hingga usia remaja. Lingkungan sosialnya yang semakin luas, memungkinkan anak untuk menemukan pergaulan baru. Bisa jadi dampak pergaulan yang salah bisa mempengaruhi bagaimana cara anak bersikap dalam kehidupan sehari-hari.

Seperti ketika anak mulai bersikap keras kepala dan sulit untuk mendengarkan nasihat yang diberikan oleh orang tua. Tentu pada kondisi ini, masing-masing pihak baik orang tua maupun anak akan merasakan stres yang sama. Dengan begitu, penting bagi orang tua untuk menerapkan strategi pendekatan yang baik agar anak tidak defensif dan semakin keras kepala.

Dalam hal ini, terdapat beberapa cara mendidik anak yang keras kepala bisa Anda terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Mulai dari membuka komunikasi dua arah dengan anak, memahami kondisi dan perasaan anak, hingga memberikan aturan dan konsekuensi pada anak.

Dilansir dari beberapa sumber, berikut kami merangkum beberapa cara mendidik anak yang keras kepala bisa menjadi rekomendasi Anda.

Cara mendidik anak yang keras kepala pertama adalah dengan membangun komunikasi dua arah. Jangan hanya menuntut kepada anak untuk mendengarkan dan menuruti nasihat yang Anda berikan.

Anda juga perlu memberikan ruang bagi anak untuk menyampaikan pemikiran dan perasaannya. Dengan begitu, Anda bisa menilai anak dengan lebih obyektif sehingga Anda bisa memberikan nasihat yang bijak sesuai dengan kondisi yang sedang terjadi pada anak.

Ketika Anda memberikan larangan pada anak, pastikan Anda memberikan alasan yang jelas sehingga anak juga bisa mengerti apa yang Anda maksud.

Cara mendidik anak yang keras kepala selanjutnya yaitu dengan menahan emosi. Ketika Anda memberi nasihat pada anak dengan kondisi emosi, tentu anak akan semakin bersikap defensif atau melawan.

Sebaiknya, Anda bisa mengontrol emosi dengan baik ketika sedang berkomunikasi dengan anak. Lakukan dengan pendekatan yang lebih halus supaya anak bisa mendengarkan dan menerima nasihat yang Anda berikan dengan lebih baik.

Dalam hal ini, hindari pula berbicara dengan berteriak atau nada tinggi karena akan memberikan dampak buruk pada psikologis anak.

Cara mendidik anak yang keras kepada berikutnya yaitu menerapkan aturan dan konsekuensi. Harus disadari bahwa anak tidak bisa selamanya menuruti apa yang Anda pikirkan dan sarankan.

Tentu mereka mempunyai alasan tersendiri ketika tidak bisa melakukan suatu hal yang sesuai dengan nilai Anda. Dalam hal ini, Anda perlu menerapkan aturan dan konsekuensi pada anak.

Misalnya, ketika Anda menerapkan aturan bermain gadget dengan batasan waktu satu jam per hari, jika melanggar konsekuensinya anak tidak diberi uang jajan dalam satu hari itu. Metode aturan dan konsekuensi ini bisa Anda terapkan sesuai dengan kondisi dan kebiasaan anak.

Memberikan kemandirian pada anak juga termasuk salah satu cara mendidik anak yang keras kepala bisa Anda lakukan. Hindari pola asuh dengan sikap mendikte atau otoriter pada anak.

Sebaiknya, Anda memberikan ruang kebebasan bagi anak namun tetap memberikan batasan yang logis. Dengan begitu, Anda bisa mengajarkan sikap mandiri dan tanggung jawab pada anak dari setiap pilihan yang diambilnya.

Cara ini dapat memungkinkan anak untuk berkembang lebih baik, serta dapat meningkatkan kemampuannya menyelesaikan masalah.

Cara mendidik anak yang keras kepala juga bisa dilakukan dengan memberikan perhatian cukup pada anak. Terkadang, anak keras kepala atau melakukan suatu hal yang dianggap nakal, karena anak merasa tidak mendapatkan perhatian yang cukup dari Anda.

Usahakan untuk memberikan waktu pada anak dengan cukup, sehingga Anda bisa menjadi teman yang baik untuk anak saat ingin bercerita atau berdiskusi saat menghadapi suatu masalah. Selain perhatian, berikan pula dukungan positif bagi anak agar bisa menjadi anak yang tumbuh dan berkembang dengan baik secara pribadi.

Cara mendidik anak yang keras kepala yang perlu diperhatikan selanjutnya yaitu hindari melampiaskan kemarahan pada anak. Ketika Anda sedang dalam suasana hati yang buruk, dan anak Anda tidak berperilaku baik, jangan melampiaskan emosi negatif Anda padanya.

Jika Anda meneriaki anak Anda saat dia tidak bersalah, anak bisa marah dan merasa tidak diperlakukan secara adil. Usahakan untuk tetap tenang dan tangani situasi dengan kesabaran. Ini menjadi salah satu pendekatan yang baik agar anak bisa mendengarkan nasihat yang Anda sampaikan.

Cara mendidik anak yang keras kepala terakhir yaitu melakukan dengan konsisten. Jangan perlakukan anak secara berbeda setiap hari. Jika suatu hari Anda tegas dengan anak dan lunak pada hari berikutnya, dia tidak akan menganggap Anda serius.

Misalnya, jika suatu hari Anda tidak mengizinkannya menonton TV lama-lama, dan keesokan harinya membiarkan anak menonton semua yang dia inginkan hanya karena Anda sibuk dan ingin dia diam, ini akan menunjukkan sikap yang tidak konsisten pada anak-anak.

Sehingga anak berpikir bisa melanggar aturan yang ditentukan kapan saja. Jadi konsistenlah dalam menetapkan dan mengikuti aturan yang telah dibuat pada anak.

Rekomendasi