Teman sekolah ikut antarkan jasad Ahmad Fauzan ke TPU Pedurenan
Merdeka.com - Kepergian Ahmad Fauzan (18), membawa duka mendalam bagi seluruh pelajar SMK Sasmita Jaya Pamulang. Ahmad Fauzan meninggal dunia usai menjalani perawatan akibat terkena sabetan parang saat tawuran di Taman Tekno BSD, Tangerang Selatan, pekan lalu.
Setelah disemayamkan di rumah duka, jenazah Ahmad Fauzan dibawa ke TPU Pedurenan 3, RT04/02 Kecamatan Gunung Sindur, Kabupaten Tangerang. Puluhan pelajar SMK Sasmita Jaya Pamulang turut mengantarkan Ahmad Fauzan ke tempat peristirahatan terakhirnya.
Hasan, paman almarhum mengatakan, korban mengembuskan napas terakhirnya pada Selasa (7/8/2018) malam sekitar pukul 18.05 Wib.
"Setelah mendapat kabar tersebut, oleh keluarga ananda dibawa ke rumah duka semalam. Memang baru pagi ini dimakamkan," ucap Hasan, ditemui di lokasi, Rabu (8/8).
Ahmad Fauzan meninggal dunia di ruang ICU RSCM, setelah sebelumnya menjalani 3 kali operasi akibat tusukan senjata tajam yang menancap di wajah bagian kiri korban.
"Total 11 hari almarhum di rawat di RSCM," katanya.
Putra pasangan Ivan Sofian dan Suharna ini, adalah anak pertama dari tiga saudara. Tak ada satupun pelajar yang bersedia dikonfirmasi terkait meninggalnya rekan mereka.
Erna Diana (37), ibunda mendiang Ahmad Fauzan (18), pelajar SMK Sasmita Jaya Pamulang yang tewas usai menjalani tiga kali operasi akibat luka tusuk di bagian wajah, setelah terlibat aksi tawuran pada Selasa (31/7/2018) kemarin, masih menyimpan kepedihan mendalam kepergian putra sulungnya itu.
Meski mengaku ikhlas, Erna masih teringat bagaimana kepedihan yang dialami putranya, Ozan, hingga akhirnya meninggal dunia pada Selasa (7/8/2018) malam kemarin.
"Ini yang terbaik buat Ozan, mungkin sudah takdir dari Allah, saya sebagai orangtua ikhlas," ucapnya, Rabu (8/8/2018) ditemui di kediamannya di Pedurenan 3 Gunung Sindur, Kabupaten Bogor.
Diterangkan Erna, Ahmad Fauzan menjalani pengobatan di RSCM, Jakarta sejak Selasa (31/7/2018) kemarin, setelah beberapa jam mendapat pertolongan medis di RS Hermina, Serpong.
"Dia sampai tiga kali dioperasi, karena tusukan pedang, pertama dipotong pedangnya, kedua sisa potongan yang ada di wajah Ozan di cabut," ucap Erna.
Ozan yang sebelumnya masih tampak bisa berkomunikasi dengan gerak tubuhnya, akhirnya mengalami koma, setelah operasi pencabutan sajam di wajah sebelah kirinya dilakukan.
"Sehabis operasi pertama masih bisa dadah-dadah. Setelah operasi pencabutan pedang yang masih nempel itu, dia drop dan koma," terang Ibu tiga anak ini.
Berdasarkan keterangan tim medis RSCM yang menerangkan kepada orangtua alm Ozan, operasi pencabutan senjata tajam di wajah korban itu, menyebabkan korban koma karena mengenai saraf almarhum.
"Jadi katanya kena sarafnya, kami sebelumnya juga sudah dijelaskan. Karena berdasarkan hasil rontgen itu, fatal," ucap dia.
Kini dia, sang Suami Irfan Sofian dan dua adik mendiang almarhum Ahmad Fauzan berharap, polisi segera dapat menangkap pelaku.
"Kami sudah ikhlas, berharap Polisi bisa segera menangkap pelakunyaa," kata dia.
(mdk/lia)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya