Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di SMAN 4, Jalan Batu III, Gambir, Jakarta Pusat, tetap berlanjut meski ada satu siswa kelas XII di sekolah tersebut positif Covid-19. PTM di sekolah tersebut tetap berjalan, kecuali satu kelas yang terdapat siswa yang terkonfirmasi positif itu.
"Setelah koordinasi dengan Sudin (Pendidikan), Puskesmas Gambir, diputuskan PTM tetap berjalan, cuma untuk kelas yang ada anak (positif) itu dihentikan dulu, jadi PJJ," kata Kepala SMAN 4 Jakarta, Heriyanto saat dikonfirmasi di Jakarta, Senin (17/1).
Heriyanto menjelaskan, keputusan untuk melanjutkan PTM selain di kelas yang terdapat siswa positif, merupakan kebijakan dari Puskesmas Kecamatan Gambir.
Berdasarkan kronologi, siswa tersebut terpapar dari klaster keluarga, yakni sang kakak yang baru melakukan perjalanan dari luar daerah.
Siswa tersebut merasakan gejala Covid-19 sepulang dari sekolah pada Selasa (11/1). Kemudian, dia memutuskan untuk tidak berangkat ke sekolah keesokan harinya pada Rabu (12/1).
"Hari Selasa dia 'enggak' enak badan sepulang sekolah. Dia putuskan Rabu tidak masuk sampai sekarang, kemudian Jumat (14/1) kemarin kita sekolah baru mengetahui (siswa) positif," kata Heriyanto.
Selain melakukan PJJ, sekolah juga memerintahkan seluruh siswa di kelas yang terpapar itu melakukan tes PCR. Total sebanyak 50 siswa, guru dan karyawan dilakukan tes usap oleh Puskesmas Kecamatan Gambir. Pihak sekolah juga memaklumi jika ada orang tua yang tidak mengizinkan anaknya untuk PTM.
"Kami pribadi inginnya (sekolah) ditutup dulu, tapi arahan Puskesmas seperti apa ya sekolah menjalankan. Kalau ada orang tua yang tidak mengizinkan anaknya (PTM), ya tidak apa-apa," kata dia. Dikutip Antara.