Pelaksana tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta, Sumarsono mengaku mendapat tujuh pesan singkat berisi pengaduan adanya lurah tidak netral dalam pilkada DKI. Sumarsono menilai lurah itu telah mencederai netralitas birokrasi.
"Saya menegaskan kembali komitmen birokrasi. Salam birokrasi itu jawabnya netral. Tolong ini diresapi. Netralitas menjadi kunci sukses Pilkada di Jakarta," kata Sumarsono di hadapan seluruh camat dan lurah se-Jakarta Timur, di Kantor Walikota Jakarta Timur, Jumat (3/2).
Sumarsono tidak ingin lagi mendengar aduan adanya Aparat Sipil Negara (ASN) yang tidak netral. "Dan saya tidak mau dengar ada lurah terlibat pasangan calon. Saya mendapat pengaduan ada beberapa lurah yang tidak netral," ujar Sumarsono.
Sampai saat ini Sumarsono baru menerima sebatas pengaduan sajan. Namun, jika sampai ada bukti konkret yang disodorkan, lurah tersebut bisa saja diberhentikan.
"Dan alhamdulillah dari tujuh SMS yang masuk yang melaporkan lurah yang terlibat, tidak ada satupun dari Jakarta Timur. Saya ingin jadikan contoh Jakarta Timur dijadikan pilot project kelurahan netral," tandasnya.