Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Penggunaan kendaraan pribadi untuk mudik diprediksi meningkat

Penggunaan kendaraan pribadi untuk mudik diprediksi meningkat Djarot dan BPOM sidak Pasar Benhil. ©2017 Merdeka.com/Sania Mashabi

Merdeka.com - Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Djarot Syaiful Hidayat menjadi inspektur dalam apel kesiapan arus mudik dan arus balik angkutan lebaran hari raya Idul Fitri 2017/1438 Hijriyah. Apel yang dihadiri oleh 500 orang peserta dari jajaran TNI, Polri, SKPD, Orari, Rafi, Pramuka dan PO tersebut dilaksanakan di Terminal Terpadu Pulo Gebang, Jakarta Timur, Rabu (14/6).

Dalam Apel tersebut, Djarot mengungkapkan, ada indikasi penurunan penggunaan transportasi umum dalam arus mudik 2017 ini. Sedangkan penggunaan kendaraan pribadi untuk mudik lebaran terus meningkat.

"Berdasarkan informasi dari Direktorat Jendral Perhubungan Darat, jumlah kendaraan diprediksi mengalami peningkatan di tahun 2017. Kendaraan pribadi dari 3,06 juta menjadi sekitar 3,48 juta kendaraan di tahun 2017 dan sepeda motor dari 5,14 juta menjadi 6,07 juta. Hal ini berbanding terbalik dengan prediksi penggunaan angkutan umum yang turun dari 4,42 juta penumpang menjadi 4,32 penumpang," katanya, Rabu (14/6).

Adanya apel arus mudik dan arus balik di Terminal Terpadu Pulo Gebang pun menjadi salah satu cara untuk mensosialisasikan kembali penggunaan angkutan umum pada masyarakat. Sekaligus sebagai ajang untuk meyakinkan masyarakat bahwa semua angkutan mudik yang disediakan di terminal di layak digunakan.

"Mensosialisasikan kepada masyarakat, agar pulang mudik melalui terminal, karena setiap kendaraan yang berangkat dari terminal pasti dilakukan pengecekan (rem cek) oleh personel penguji kendaraan bermotor, sehingga pemudik memperoleh kenyamanan dan keamanan dalam berkendara," ungkapnya.

Djarot juga mengungkapkan bahwa hingga saat ini hasil rem cek di Jakarta masih belum memuaskan. Sejauh ini baru 60 persen kendaraan umum yang laik jalan.

"Hasil rem cek kemarin masih belum memuaskan. Informasinya 60 persen laik, 40 persen masih belum laik," jelasnya.

Mantan Wali Kota Blitar ini mengatakan, kendaraan yang belum laik akan segera di perbaiki. Kendaraan tersebut akan kembali di cek hingga H-10 lebaran.

"Hari besok harus betul-betul laik kalau memang enggak laik langsung di tarik di cabut tidak boleh jalan tidak boleh berangkat termasuk juga dikasih surat peringatan kepada PO-nya," pungkasnya.

(mdk/noe)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP