PDIP Kritik JLNT Kokas jadi Jalur Roadbike: Berbahaya
Merdeka.com - Penetapan jalan layang non tol Kota Kasablanka-Tanah (JLNT) sebagai jalur permanen lintasan uji coba sepeda roadbike, oleh Pemprov DKI dinilai tidak bijak. Ketua Fraksi PDIP di DPRD DKI Jakarta, Gembong Warsono menilai JLNT tersebut amat bahaya jika dilalui sepeda.
Gembong menjelaskan alasannya menyatakan JLNT tersebut bahaya untuk sepeda roadbike karena konstruksi bangunan yang sangat tinggi. Terlebih, kecepatan udara di atas cukup membahayakan bagi sepeda.
"Kalau saya sih masih belum (setuju) karena itu tinggi sekali, saya setiap hari lewat situ. Saya khawatir soal keselamatannya saja," ucap Gembong, Selasa (1/6).
Dibanding, membidik lokasi-lokasi baru untuk menambah jalur khusus sepeda, Gembong mendorong Pemprov DKI segera mempercepat integrasi antar moda transportasi.
Integrasi yang dimaksud tidak sekadar integrasi jurusan, melainkan integrasi cara pembayaran. Sehingga, kata Gembong, hanya dengan satu kartu warga dapat menggunakan moda transportasi yang saling terhubung.
"Perlu peningkatan signifikan terkait penyediaan transportasi publik, misalnya integrasi semua moda bukan hanya sekadar jurusan tapi integrasi pembayaran," jelasnya.
Ia khawatir jika Pemprov DKI hanya memprioritaskan infrastruktur sepeda hal itu akan menimbulkan gesekan-gesekan antar pengguna jalan.
Diketahui, Pemprov DKI Jakarta menetapkan jalan layang non tol (JLNT) sebagai lintasan permanen untuk uji coba road bike di akhir pekan. Lintasan untuk sepeda dengan kecepatan tinggi itu dibatasi sejak pukul 5 hingga 8 pagi.
"Hasil rapat sementara lintasan jalan non tol Kokas yang Karet itu menjadi lintasan permanen roadbike setiap Sabtu-Minggu saja, jam 5 sampai 8 pagi," ujar Wakil Gubernur DKI Ahmad Riza Patria, Senin (31/5).
Selain JLNT Kota Kasablanka, uji coba lintasan untuk road bike juga berlaku di jalan Sudirman-Thamrin. Untuk di jalan ini, uji coba dilakukan Senin hingga Jumat dimulai pukul 05.00-06.30 WIB.
Riza menambahkan, penetapan lintasan roadbike akan diatur melalui Keputusan Gubernur. Untuk saat ini, draft tentang aturan lintasan roadbike masih dibahas secara marathon oleh stakeholder.
Politikus Gerindra itu menjelaskan alasan Pemprov DKI terus menggenjot fasilitas bagi pesepeda yaitu untuk memberikan kesempatan sebaik-baiknya antar pengendara agar bisa saling menghormati satu sama lain.
"Memberi kesempatan sama, tidak mengganggu satu sama lain."
Ia menilai, semua punya pengguna jalan memiliki kesempatan yang sama baik itu pengguna sepeda roadbike, non roadbike, kendaraan bermotor hingga transportasi publik.
(mdk/ded)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya