Kebakaran Pasar Senen bukti warga DKI belum tanggap bencana

"Sulit kenyataan ngomong soal pencapaian. Karena Senin kemarin saja kebakaran (kebakaran Pasar Senen), jadi belum sepenuhnya tercapai," kata Sumarsono.

Yayu Agustini Rahayu
Oleh Yayu Agustini Rahayu - Reporter
Kebakaran Pasar Senen bukti warga DKI belum tanggap bencana
Kebakaran Pasar Senen jadi tontonan warga. ©2017 Merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Pelaksana tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta, Sumarsono mengakui bahwa warga DKI Jakarta belum memiliki kesadaran tanggap bencana yang baik. Hal ini disampaikan Sumarsono saat membuka acara Gebyar Sekolah Aman Bencana (SMAB) di kawasan Bunderan HI, Jakarta Pusat.

"Sulit kenyataan ngomong soal pencapaian. Karena Senin kemarin saja kebakaran (kebakaran Pasar Senen), jadi belum sepenuhnya tercapai," kata Sumarsono di lokasi yang juga merupakan momen Car Free Day, Bundaran HI, Jakarta Pusat, Minggu (22/1).

alam kesempatan tersebut, Sumarsono membahas kebakaran Pasar Senen. Sedikitnya 1.600 kios di pasar tersebut ludes dilalap api.Sumarsono berharap, kesadaran akan tanggap bencana bisa dipupuk sejak dini mulai dari usia sekolah, seperti melalui program SMAB. Program ini bertujuan untuk menguatkan antisipasi anak di sekolah soal bencana.

"Kita mulai upaya ke sana tanggap bencana, untuk mulai aman bencana. Kita ada upayalah dari 10.000 anak madrasah dari sekolah yang ada ini," ujar Sumarsono.

Selain itu, Sumarsono juga menyatakan bahwa tanggap bencana bukan hanya tugas pemerintah, namun juga kesadaran masyarakat itu sendiri.Untuk diketahui, sekitar 10.000 anak dari 5.001 sekolah di DKI berkumpul di Kawasan Bundaran HI untuk mengikuti aksi SMAB.

Rekomendasi