Jokowi: Tak perlu interpelasi, kita tiap hari diajak bicara mau

Jika DPRD DKI ingin sistem KJS yang sempurna harus dikoreksi secara bersama-sama dengan eksekutif.

Nurul Julaikah
Oleh Nurul Julaikah - Reporter
Jokowi: Tak perlu interpelasi, kita tiap hari diajak bicara mau
Jokowi-MRT. ©2013 Merdeka.com/imam buhori

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo ( Jokowi ) enggan berkomentar lebih dalam tentang mundurnya anggota DPRD DKI yang mengajukan hak interpelasi atau hak tanya terkait kisruh Kartu Jakarta Sehat (KJS). Pasalnya, KJS merupakan hak dasar masyarakat.

"Setelah itu kelihatan melonjaknya seperti apa Rp 510.000 yang ingin ditangani oleh rumah sakit. Sehingga pada awalnya ramai. Terus diperbaiki dikoreksi mestinya rumah sakit yang memilih masalah itu berkomunikasi dengan kita, ngomong lah dengan kita, begitu juga dengan DPRD ini dibutuhkan rakyat," ujar Jokowi di Balai Kota Jakarta, Senin (27/5).

Jokowi mengatakan, jika DPRD DKI ingin sistem yang sempurna harus dikoreksi secara bersama-sama dengan eksekutif. Sehingga, tidak perlu ada hak interpelasi.

"Tapi kalau mau interpelasi silakan. Tapi gak perlu, kita ini tiap hari diajak bicara juga mau. Tiap hari juga Pak Wagub berikan penjelasan. Rumah Sakit yang 16 gak jadi mundur juga. Mau apa lagi," ungkapnya.

Jokowi mengaku tidak pernah dipanggil oleh DPRD DKI. Pasalnya, setiap hari DPRD selalu menanyakan setiap program yang dirasa tidak dimengerti.

"Tapi gak perlu. Wong kita ini diajak bicara apapun juga kita jawab. Tiap hari juga Pak Wagub memberikan penjelasan," tandasnya.

Baca juga:
Benarkah 32 orang ini teken interpelasi Jokowi?
Apa yang bikin Asraf Ali ciut setelah bertemu Ahok?
Anggota DPRD dari PPP tak lagi dukung interpelasi Jokowi
Ini jawaban Jokowi soal interpelasi KJS
Beredar 32 nama anggota DPRD yang akan interpelasi Jokowi

Rekomendasi