Hubungan Pemprov DKI Jakarta dengan Pemkot Bekasi selama ini berjalan dengan baik. Kedua pemerintahan daerah itu sering menjalin kerjasama yang saling menguntungkan.
Salah satunya soal kerjasama pembuangan sampah di TPST Bantargebang. DKI membutuhkan TPST Bantargebang dengan memberikan dana kompensasi tiap tahun. Bahkan, Bekasi juga mendapatkan dana hibah ratusan miliar dari DKI.
Dana dari DKI biasanya digunakan untuk pembangunan di wilayah Bekasi. Berikut beberapa bangunan dan barang hasil dari pemberian dana dari DKI seperti dikutip dari data Biro Tata Pemerintahan Setda Pemprov DKI Jakarta:
Advertisement
2015 melalui dana hibah dari Jakarta, Bekasi melanjutkan pembangunan jalan dan jembatan Bojong Mentang dan Jatiasih dengan dana Rp 8.148.000.000. Kemudian dana tersebut juga digunakan untuk penyelesaian pembangunan jembatan dan pelebaran jalan di sekitar pintu tol Bekasi timur senilai Rp 30.000.000.000. Digunakan juga untuk pembangunan sisi selatan Kalimalang.
Menurut data dari Biro Tata Pemerintahan Setda DKI Jakarta, total secara keseluruhan Pemprov DKI mengelontorkan uang sebesar Rp 98.148.000.000 dan sudah dibayarkan melalui APBD DKI tahun 2015.
Advertisement
Tahun 2016 uang dana hibah digunakan untuk pengadaan alat spider Excavator sebanyak 4 unit senilai Rp 14.000.000.000. Pengadaan Alat Amphibious Excavator 1 unit senilai Rp 5.500.000.000. Dana tersebut juga digunakan untuk perbaikan Jalan Pangkalan 2 menuju Pangkalan 5 sejumlah Rp 5.000.000.000.
Untuk rehabilitasi Jalan Pangkalan 5 menuju TPA Bantar Gebang Rp 3.000.000.000. Untuk peningkatan Jalan Cikunir Rp 4.000.000.000. Ditambah untuk pembangunan sumur artesis Rp 25.000.000.000. Serta Pembebasan lahan dan pelebaran Jalan Pasar Rebo Komsen â Jati Asih Rp 95.000.000.000. Total secara keseluruhan mencapai Rp 151.500.000.000 dibayarkan melalui APBD DKI tahun 2016.
Advertisement
Melalui dana hibah tahun 2017, Pemkot Bekasi melakukan pembangunan dan pelebaran jalan dan jembatan Jatiwaringan Raya senilai Rp 43.022.676.000. Untuk pembangunan Flyover Rawa Panjang sejumlah Rp 105.000.000.000 dan Pembangunan Flyover Cipendawa Rp 100.000.000.000.
Dana tersebut sudah dibayarkan Pemprov DKI melalui APBD tahun 2017 dengan total dana sejumlah Rp 248.022.676.000.
Advertisement
Menurut data dari Biro Tata Pemerintahan Setda DKI Jakarta pada tahun 2017 melalui dana kemitraan, Bekasi membangun Tembok penahan tanah (turap) dengan total dana Rp 4.300.000.000.
Kemudian uang tersebut juga dibangun Puskesmas Ciketing Udik senilai Rp 5.436.259.000 dan Pembangunan Puskesmas Perawatan mampuPoned Sumur Batu senilai Rp 4.077.194.000. Untuk pembangunan sumur pantau senilai Rp 4.500.000.000, dan sudah dibayar melalui APBD DKI tahun 2018.