Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Diminta bubar tak mau, gerombolan pemuda ngacir saat polisi tembakkan gas air mata

Diminta bubar tak mau, gerombolan pemuda ngacir saat polisi tembakkan gas air mata pembubaran SOTR. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Wideo polisi melepaskan gas air mata untuk membubarkan sejumlah pemuda yang sedang melakukan sahur on the road (SOTR) di kawasan Jl Fatmawati, Jakarta Selatan, viral di media sosial. Video itu direkam pada Sabtu (9/6) malam di kawasan Jl Fatmawati, Jakarta Selatan.

Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Indra Jafar, menjelaskan kondisi dalam video berdurasi 40 detik itu. Dia memastikan, gerombolan pemuda itu bukanlah anggota geng motor.

"Itu sebenarnya bukan geng motor. Mereka itu berkumpul sekitar 60 orang, kemudian dari Polsek Cilandak, Kapolsek, datang mengingatkan suruh bubar saja karena rawan," ujar Indra saat dikonfirmasi, Senin (11/6).

Namun peserta SOTR itu tidak langsung membubarkan diri saat diingatkan polisi. Polisi akhirnya menembakkan gas air mata untuk membubarkan mereka.

"Mereka ogah-ogahan, nggak mau (bubar). Ya sudah, dipersuasif enggak mau, kita pakai jemblem aja. Jemblem itu yang gas air mata itu kan. Letusannya kan lumayan. Baru bubar, kabur, itu bukan senjata api ya," kata Indra.

Menurut Indra, tidak ada kericuhan yang terjadi karena polisi membubarkan mereka sebelum terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

"Nggak ada korban dalam kejadian itu," jelas dia.

(mdk/lia)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP