Demi Revitalisasi, Parkir Kendaraan di Jalan Sabang akan Dibatasi

Kepala Humas Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Parkir Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Ivan Falentino mengatakan saat ini pihaknya masih melakukan kajian lalu lintas untuk penerapan parkir di Jalan Sabang seiring rencana Pemprov DKI Jakarta menata kawasan Jalan Sabang.

Fikri Faqih
Oleh Fikri Faqih - Reporter
Demi Revitalisasi, Parkir Kendaraan di Jalan Sabang akan Dibatasi
Mesin parkir meter. ©2014 merdeka.com/muhammad lutfhi rahman

Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Parkir Dinas Perhubungan DKI Jakarta mengungkapkan, pihaknya akan melakukan pembatasan parkir kendaraan di Jalan Sabang, Jakarta Pusat. Ini merupakan bagian dari penataan kawasan tersebut.

Kepala Humas Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Parkir Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Ivan Falentino mengatakan saat ini pihaknya masih melakukan kajian lalu lintas untuk penerapan parkir di Jalan Sabang seiring rencana Pemprov DKI Jakarta menata kawasan Jalan Sabang.

"Dasar kajiannya adalah kondisi lalu lintas. Kalau memang harus pararel ya bisa saja, asal kondisi lalu lintas di lokasi lancar," katanya saat dihubungi di Jakarta.

Dia menjelaskan jumlah ruas parkir kendaraan roda empat di Jalan Sabang saat ini berjumlah 200 unit yang disebutnya membuat kondisi arus lalu lintas di sana cukup padat, khususnya pada jam sibuk.

Karena hal itu, kata Ivan, dipastikan penataan parkir Jalan Sabang akan menuju pada pembatasan kendaraan parkir, sesuai Instruksi Pemprov DKI Jakarta dalam menata kelancaran lalu lintas di pusat kota.

"Jadi arahnya itu ke pembatasan. Tidak mungkin akan ada penambahan parkir dalam penataan Jalan Sabang. Bentuknya bisa pengurangan ruas ataupun peningkatan tarif parkir," ucapnya.

Seperti dilansir dari Antara, pendapatan parkir di Jalan Sabang saat ini, Ivan menyebutkan sekitar Rp9 juta hingga Rp11 Juta per hari dengan menggunakan sistem teknologi parkir mesin elektronik.

"Meski dibatasi, penerapan tarif parkir tetap menggunakan teknologi seperti yang ada" tuturnya.

Sebelumnya, Wakil Walikota Jakarta Pusat Irwandi mengatakan penataan Jalan Sabang tidak akan menghilangkan ruang parkir di sisi kiri dan kanan jalan, tapi justru, parkiran yang sudah ada akan ditambah dan tidak menutupi kios.

"Nanti kita akan pikirkan bagaimana caranya menata PKL (pedagang kaki lima) biar tidak tubrukan dengan parkir, supaya kiosnya kelihatan oleh umum," kata Irwandi saat audiensi bersama Komisi B dan C DPRD DKI serta Paguyuban Pengusaha Jalan Sabang, Rabu (15/1).

Rekomendasi