Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno meninjau sejumlah tempat di Pulau Sebira, Kepulauan Seribu. Sandiaga yang datang sekitar pukul 10.30 WIB, mengawali tinjauannya ke Posko Kesehatan yang ada di sana. Dia pun sempat melakukan dialog dengan tenaga medis di sana.
"Kalau paling berat di sini apa?," ucap Sandiaga menanyakan ke petugas medis di Posko Kesehatan, Pulau Sebira, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta, Senin (30/7).
"Kelahiran pak, yang sulit di sini. Bisa dilahirkan di sini juga tapi kita lihat kondisinya dulu," jawab petugas medis di dalam pos kesehatan.
Dia juga bertanya mengenai kebutuhan kesehatan masyarakat di pulau terluar Jakarta itu. Keberadaan dokter yang standby di sana pun dianggap aspek yang paling dibutuhkan. Pasalnya, hanya ada satu perawat dan satu bidan yang berjaga di Pulau Sebira.
Setelah meninjau posko kesehatan, Sandiaga meneruskan kunjungannya ke beberapa lokasi lainnya. Di antaranya, yakni lokasi rencana pembangunan RPTRA, lokasi penjemuran ikan atau para-para, ke ruang pelayanan terpadu satu pintu (PTSP), mercusuar, sekolah dasar dan sekolah menengah pertama satu atap 02, dan masjid.
Selama meninjau sekolah, Sandiaga masuk ke setiap ruang kelas dan memberikan beberapa pertanyaan kepada siswa-siswi di sana. Para murid pun terlihat antusias ketika melihat kedatangannya. Pun, ketika menjawab pertanyaan yang Sandiaga lontarkan.
"Siapa Gubernur DKI Jakarta?," ujar Sandiaga bertanya kepada siswa dan siswi di dalam kelas.
Selain itu, dia juga ke penangkaran penyu dan melepaskan beberapa ekor ke laut. Di pulau itu, Sandiaga juga sempat membuka dialog tanya jawab dengan sejumlah masyarakat di sana. Salah satunya terkait pasokan listrik.
"Insya Allah ke depannya listrik akan 24 jam," ujar Sandiaga kepada masyarakat di Pulau Sebira.
"Kapan pak? Kapan?," ucap masyarakat di sana yang didominasi oleh para ibu.
Pulau berpenghuni kurang lebih 500 jiwa dengan 170 kepala keluarga itu memang memiliki kondisi yang cukup berbeda. Sebab, pulau yang berada di wilayah Ibu Kota Jakarta itu termasuk pulau di Kepulauan Seribu yang belum menikmati listrik 24 jam.
Pulau yang berjarak sekitar 61 mil dari daratan Jakarta tersebut pun sementara harus menggunakan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) dari dinas perindustrian dan energi untuk menikmati listrik yang hanya dapat dirasakan dari sore, pukul 16.30 WIB sampai pagi, pukul 07.00 WIB. Ke depannya, Energi Baru dan Terbarukan (EBT) disiapkan untuk digunakan memasok listrik di sana.