Pemprov DKI sudah menerapkan kebijakan buka kios ganjil-genap di pasar-pasar tradisional Ibu Kota. Dari tiga hari penerapan, beberapa pedagang disebut menolak pemberlakuan ganjil-genap.
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menegaskan, kebijakan itu tidak untuk ditawar dan merupakan keharusan demi keselamatan semu.
"Harus. Harus ganjil genap. Karena memang saat ini kapasitasnya hanya boleh 5 persen dulu demi keselamatan pedagangnya juga. Jadi ini bukan semata-mata soal Ganjil dan Genap. Ini adalah soal keselamatan pedagang dan keselamatan pembeli," kata Anies di Jakarta, Rabu (17/6).
Anies lantas memberikan dua pilihan pada para pedagang. Pertama yakni bersedia menerapkan ganjil-genap, kedua bila menolak maka kios dan pasar tutup sama sekali selama wabah corona masih ada.
"Jadi saya sampaikan kepada para pedagang juga. Pilihannya sederhana. Ganjil-genap sekarang atau tidak buka sama sekali," ucapnya.
Advertisement
Sudah Ada Kesepakatan dengan Pedagang
Mantan Mendikbud itu menyebut, bahwa selama sosialisasi ganjil-genap, Pemprov melalui PD Pasar Jaya sudah berdiskusi dan para pedagang sepakat ada ganjil-genap.
"Kalau mau ikut ganjil - genap, kita buka sekarang. Kalau tidak, tidak buka. Dan mereka kemudian ikut ganjil-genap," katanya.
Reporter: Delvira Hutabarat
Sumber: Liputan6.com