Produksi dan peredaran vaksin palsu dikait-kaitkan dengan limbah medis yang dibuang sembarangan. Sehingga pelaku bisa memanfaatkan botol bekas vaksin asli yang sudah tidak terpakai.
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau akrab disapa Ahok ikut angkat bicara. Dia mempertanyakan alasan Menteri Kesehatan Nila Moeloek menyerahkan pengelolaan limbah ke perusahaan swasta.
"Saya tanya Menkes kenapa kasih urusan limbah ke suatu perusahaan swasta? Tanya dong sama Menkes," kata Ahok di Gedung DPRD, Jakarta Pusat, Jumat (22/7).
Ahok menyebut ada peraturan dari Kemenkes yang menyerahkan urusan pengelolaan limbah medis rumah sakit ke perusahaan swasta. Dia merasa Kemenkes tidak memberi kepercayaan pada pihak rumah sakit.
"Semua rumah sakit swasta maupun kita (negeri) dianggap enggak layak mengolah sampah, lalu pakai perusahaan swasta. Swastanya menyusup lagi, itu yang ketemu tuh," katanya.
Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Koesmedi Priharto ikut menyinggung soal pengolahan limbah RS yang termasuk limbah P3. Jika pihak pengelola fasilitas kesehatan tidak bisa mengolah sendiri, biasanya dibantu pihak ke-3 agar bisa dikelola dengan baik.
"Dulu ada insinerator di Rumah Sakit, tapi sekarang dengan keadaan kota dan dengan asapnya, itu tidak diperbolehkan lagi. Sekarang praktis itu banyak dikelola oleh pihak ke-3. Pihak ke-3nya yang harus kita sertifikasi," paparnya.