Ahok ngaku kecolongan banyak rusunawa diperjualbelikan

"Rusun di Muara Baru, 400 unit dikuasai oknum, diperjualbelikan," kata dia.

Mohammad Yudha Prasetya
Ahok ngaku kecolongan banyak rusunawa diperjualbelikan
Basuki Tjahaja Purnama. ©2013 Merdeka.com/imam buhori

Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengakui, pihaknya masih banyak kecolongan dalam kasus praktik jual beli rusunawa milik Pemprov DKI Jakarta. Ahok mengaku telah menerapkan sejumlah sistem, untuk memperketat pengawasan rusunawa agar tak diperjualbelikan oleh para pemilik unit rusun yang tak bertanggung jawab."Rusun di Muara Baru, 400 unit dikuasai oknum, diperjualbelikan. Sudah saya katakan dari pertama masuk di DKI. Makanya saya katakan, untuk kasus Kemayoran, kenapa saya melarang ada rusunami, biar bisa kita awasi dan diperketat," kata Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (15/6)."Kami ubah strategi, semua orang harus ber-KTP, dengan e-KTP sesuai alamat rusun, pakai kartu tanda pengenal ATM Bank DKI," katanya menambahkan.Mantan Bupati Belitung Timur itu mengklaim, program rusunawa ini cukup berhasil dengan berpindahnya sejumlah warga DKI yang direlokasi oleh Pemprov DKI dari sejumlah wilayah yang dinormalisasi secara fungsional.Namun, dirinya mengakui memang masih banyak praktik jual beli, karena sejumlah pemilik rusun yang tak bertanggung jawab dan hanya memikirkan uang dari hasil penjualan unit jatah rusun miliknya tersebut."Sekarang yang mau mendaftar baru 12 ribu, ada 3 ribu warga lain ngotot enggak mau daftar, kenapa? Karena dia niat jual beli," ujar Ahok."Saya Pernah tanya seorang Bapak 67 tahun, dia jual Rp 50 juta. Saya tanya kenapa dijual? Ya dia bilang dari lahir sampai tua miskin, jadi mending jual rusun, dapat uang, terus tinggal di kali lagi," pungkasnya.

Rekomendasi