Jerman Resmikan Jembatan 'Bandung' di Taman Kota, Begini Cerita di Baliknya

Sebuah bangunan jembatan baru-baru ini berdiri di dekat Taman Kota (Bürgerpark) Braunschweig, Jerman. Uniknya, nama jembatan tersebut mengandung unsur Indonesia yakni Bandung. Selain namanya yang serupa dengan salah satu kota di Jawa Barat, di sisi jembatannya pun terdapat ikon payung tradisional yang ikonik.

Nurul Diva Kautsar
Oleh Nurul Diva Kautsar - Reporter
Jerman Resmikan Jembatan 'Bandung' di Taman Kota, Begini Cerita di Baliknya
Jembatan Bandung di Jerman. ©2021 humas.bandung.go.id/Merdeka.com

Sebuah bangunan jembatan baru-baru ini berdiri di dekat Taman Kota (Bürgerpark) Braunschweig, Jerman. Uniknya, nama jembatan tersebut mengandung unsur Indonesia yakni Bandung.

Selain namanya yang serupa dengan salah satu kota di Jawa Barat, di sisi jembatannya pun terdapat ikon payung tradisional yang ikonik. Dilansir dari siaran pers Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Hamburgviahumas.bandung.go.id, jembatan tersebut diresmikan pada Jumat (18/06).

Peresmian dihadiri oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung yang diwakili Konjen RI Hamburg, Ardian Wicaksono dan dari Braunschweig diwakili oleh Wakil Wali Kota Braunschweig, Annegret Ihbe.

Lantas apa yang melatarbelakangi pembangunan jembatan penyebrangan bernama Bandung tersebut? Berikut kabar selengkapnya.

Memperingati 60 Tahun Sister City

Ternyata jembatan tersebut merupakan ikon persahabatan dua kota berbeda negara yakni Braunschweig Jerman dan Kota Bandung, Jawa Barat. Kerja sama dua negara tersebut telah berlangsung selama 60 tahun sebagai kota kembar alias sister city di tahun 1960 silam.

Namun adanya pandemi Covid-19, membuat penyelenggaraan peringatan terpaksa dilaksanakan secara sederhana sembari melaksanakan proses peresmian jembatan di pusat kota tersebut.

Simbol Persahabatan Dua Negara

Sejak peresmian awal, persahabatan kedua negara telah diisi dengan berbagai kegiatan yang positif dan berdampak bagi kedua kota. Beberapa di antaranya adalah pertukaran pemuda, pembangunan gelanggang olahraga, penataan kota, dan partisipasi pada festival budaya di masing-masing kota.

Di kesempatan itu Konjen Ardian mengungkapkan, dengan adanya peresmian jembatan tersebut diharapkan kerja sama dua negara bisa terus bertahan, terlebih di tengah suasana pandemi seperti sekarang.

“Peresmian Jembatan Bandung diharapkan menjadi batu loncatan untuk membuka bab kerja sama baru yang dinamis dan dapat dirasakan oleh masyarakat luas,” jelas Konjen Ardian.

Miliki Arti Spesial

Hal senada juga diungkapkan oleh Wakil Wali Kota Braunschweig, Annegret Ihbe. Ia berharap agar jembatan ini menjadi simbol inspirasi positif bagi kerja sama kedua kota ke depannya.

Sementara itu Wali Kota Bandung, Oded M. Danial, dalam suratnya kepada Wali Kota Braunschweig mengatakan bahwa kerja sama kota kembar ini ke depannya akan melibatkan masyarakat sehingga manfaatnya bisa terasa langsung. Kedua negara pun berharap jika kerja sama seni dan budaya dari keduanya bisa terlaksana usai pandemi Covid-19 ini.

Adapun program kerja sama sister city tersebut sudah diinisiasi sejak tahun 1955, yang kemudian diresmikan di tahun 1960. Saat itu kerja sama tersebut merupakan yang pertama dilakukan, sehingga memiliki arti yang spesial juga menjadi acuan kerja sama setelahnya.

Rekomendasi