Kisah Lansia Asal Bandung Jadi Penerima Vaksin Tertua di Indonesia, Berusia 99 Tahun
Merdeka.com - Seorang pria lanjut usia (lansia) asal Pecinan Lama, Kota Bandung, Jawa Barat baru-baru ini menjadi penerima vaksin Covid-19 tertua di Indonesia.
Ia bersama sekitar 100 lansia lainnya mengikuti proses vaksinasi tahap II yang digelar oleh pemerintah di Rumah Sakit Borromeus, Senin (1/3/2021).
Sebagaimana dilansir dari Liputan6, lansia bernama Eddy Yoshawirdja yang kini berusia 99 tahun ini termasuk ke dalam kalangan yang menerima vaksin sinovac gelombang pertama.
"Jadi, Senin (1/3/2021) itu saya dan bapak ikut divaksin. Disuntik vaksin dosis pertama," ujar putra Eddy, Benny Bernardus Yoshawirja (64) saat dihubungi wartawan.
Lantas bagaimana pengalaman Eddy setelah proses penyuntikan vaksin covid-19 berlangsung? Berikut kisah lengkapnya:
Tidak Mengalami Gejala Apapun

©2021 Liputan6/Merdeka.com
Setelah proses penyuntikan vaksin yang diberikan kepada ayahnya Senin lalu, Benny mengatakan jika ayahnya tidak merasakan efek apapun setelah disuntik vaksin Covid-19 Sinovac.
"Tidak ada keluhan sama sekali” tutur Benny, Selasa 09/03.
Eddy diketahui didaftarkan oleh Benny, melalui pengisian pendaftaran online vaksinasi di laman Kementerian Kesehatan melalui informasi yang didapatkan dari sang istri yang merupakan seorang dokter.
"Kebetulan istri saya dokter. Infonya dari dia dan waktu pertama keluar link dari Kemenkes saya langsung daftarkan," ia menambahkan.
Sempat Hampir Gagal Divaksin karena Memiliki Riwayat Ginjal
Benny mengungkapkan, jika setelah proses pendaftaran ia dan sang ayah mendapatkan jadwal dan nomor antrean vaksinasi. Di hari H penyuntikan ia mendapatkan kabar jika sang ayah tidak bisa disuntik karena memiliki riwayat penyakit ginjal.
Setelah mengisi formulir sesuai prosedur, Benny lantas mengkonsultasikan kendala tersebut kepada lima dokter umum yang mengurusi vaksin Covid-19.
"Ada screening formulir waktu itu dan bapak enggak lolos karena ada historis sakit ginjal. Jadi enggak boleh divaksin. Kemudian saya tanya ke dokter, dari dokter umumnya, internis, yang mengurusi vaksin juga dikonsultasikan. Dari lima, yaitu dr David Susilo, dr Dian Y, dr Monic, dr Gideon dan dr Luciana Anggraeni M Kes menyatakan boleh divaksin," ungkap Benny.
Kelahiran 12 Juni 1921

©2021 Liputan6/Merdeka.com
Berdasarkan data yang dihimpun Merdeka dari catatan sipil peninggalan Belanda, tertulis jika Eddy Yoshawirdja dilahirkan di Bandung pada 12 Juni 1921, dengan nama lahir Tiongkok Yo Tjin Hoa (Yang Zhen Hua).
Yo Tjin Hoa sendiri merupakan putra dari pasangan Yo Giok Sie dan istrinya Na Kim Lian Nio. Yo Giok Sie merupakan pendiri pabrik tekstil terbesar di Kota Bandung bernama Badan Tekstil Nasional.
Sedangkan sang Ayah, Yo Giok Sie merupakan putra angkat dari Yo Soen Bie yang lahir di Xiamen, China. Yo Soen Bie merupakan generasi pertama dari usaha tekstil tersebut. Nama kakek Eddy Yoshawirja juga sempat dinamakan Jalan Yo Soen Bie di Pasar Baru. Hanya saja saat ini berubah nama jadi Mayor Sunarya.
Resep Umur Panjang Eddy
Benny menambahkan jika dirinya merasa bersyukur atas prioritas kalangan lansia untuk berikan vaksin. Dalam kesempatan itu Benny juga menceritakan jika ayahnya memiliki resep khusus sehingga bisa menginjak usia hampir satu abad.
Menurut Benny, ayahnya tidak merokok, tidak minum minuman beralkohol, olahraga teratur, makan tepat waktu, tidur tepat waktu. Serta menjaga kedisiplinan tersebut secara rutin sehingga bisa menghantarkan sang ayah hingga saa ini.
"Di usia beliau jelang 100 tahun tentu bersyukur, puji Tuhan sudah divaksin. Saya sendiri sangat lega dengan vaksinasi, saya lebih merasa lebih aman," ujarnya.
Sebelumnya rekor lansia tertua yang disuntik vaksin Covid-19 diraih oleh Siti Rumende Harahap. Siti lahir di Pahae, Tapanuli Utara, pada 24 November 1921.
Ia diketahui akan genap berusia satu abad (seratus tahun) di tanggal 24 November 2021 nanti
(mdk/nrd)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya