Demi bayi-bayi prematur, kakek ini belajar merajut di usia 86 tahun

Demi bayi-bayi prematur, kakek ini belajar merajut di usia 86 tahun. Ed belajar merajut topi untuk berpartisipasi dalam kegiatan amal Dogwood Forest Assisted Living. Bersama para tetangga, Ed berhasil membuat 300 topi untuk disumbangkan kepada bayi-bayi di Georgia yang lahir prematur.

Tantri Setyorini
Oleh Tantri Setyorini - Reporter
Demi bayi-bayi prematur, kakek ini belajar merajut di usia 86 tahun
Ed Moseley merajut topi untuk bayi-bayi prematur. ©2016 Inside Edition

Bagi Ed Moseley, tak ada istilah terlalu tua untuk belajar sesuatu. Terutama jika hal tersebut dilakukan untuk anak-anak yang lahir prematur.

Ketika Dogwood Forest Assisted Living meminta bantuan warga Georgia untuk membuatkan topi bagi bayi-bayi yang lahir prematur, kakek 86 tahun ini langsung mengajukan diri. Padahal Ed sama sekali tak bisa merajut. "Saya tidak pernah merajut seumur hidup saya," tutur Ed kepada The Inside Edition.

Ed minta diajari cara merajut kepada putrinya. Rupanya pensiunan insinyur ini lumayan cepat belajar, meskipun awalnya dia memerlukan waktu 3 jam untuk membuat sebuah topi. Setelah terbiasa, Ed bisa menyelesaikan satu topi dalam waktu satu setengah jam. "Sekarang saya bisa menonton TV dan merajut pada saat yang sama," katanya.

Ed berencana membuat 30 topi setiap bulan sampai National Preemie Awareness Day. Saat itu, topi yang berhasil dibuat akan diserahkan ke Northside Hospital. Para tetangga pun turun tangan, ikut merajut dan mengumpulkan hasil karya mereka di rumah Ed. "Kami mulai memenuhi sofa saya dengan topi, dan kemudian tiba-tiba, topi-topi mulai datang dari berbagai tempat."

Dalam beberapa minggu, 300 topi berhasil dikumpulkan dan didonasikan ke rumah sakit tepat waktu.

Rekomendasi