3 Langkah melepaskan diri dari hubungan penuh kekerasan

Tak ada orang yang pantas diperlakukan dengan kekerasan. Tiga langkah ini akan menyelamatkan Anda.

Kun Sila Ananda
Oleh Kun Sila Ananda - Reporter
3 Langkah melepaskan diri dari hubungan penuh kekerasan
Ilustrasi pasangan bertengkar. ©Shutterstock.com/wavebreakmedia

Kekerasan dalam sebuah hubungan bisa berupa kekerasan fisik dan mental. Keduanya sama-sama berdampak buruk dan menyakiti pasangan. Namun, melepaskan diri dari hubungan yang penuh kekerasan bukanlah hal mudah.

Beberapa orang merasa memiliki alasan untuk bertahan. Misalkan masih cinta, terlalu takut, atau masih memiliki harapan bahwa pasangan akan mengubah sikapnya yang sering menyakitkan.

Apapun alasannya, Anda harus menyadari bahwa alasan untuk pergi lebih banyak dibandingkan dengan alasan untuk bertahan dalam hubungan yang tidak sehat. Jadi, apa saja langkah untuk melepaskan diri dari hubungan penuh kekerasan? Ini dia caranya, seperti dilansir oleh Your Tango (09/12).

1. Menghilangkan rasa takut
Pertama yang harus Anda lakukan adalah menghilangkan rasa takut atau perasan bersalah yang Anda rasakan jika pergi. Rasa takut akan membuat Anda tak bisa bergerak dan terjebak dalam hubungan penuh kekerasan selamanya.

Untuk menghilangkan rasa takut dan keraguan, tuliskan sisi positif dan negatif jika Anda meninggalkannya. Kemudian, tuliskan juga hal terbaik dan terburuk yang mungkin terjadi jika meninggalkan pasangan. Hal ini akan memberikan pandangan yang seimbang tentang masa depan.

2. Lindungi diri Anda
Sangat penting untuk memiliki rencana yang berkaitan dengan keamanan Anda dan anak-anak (jika Anda memilikinya) ketika Anda memutuskan pergi dari pasangan. Pastikan Anda memberitahu keluarga, teman, atau pihak yang bisa memberikan Anda dukungan, baik secara moral ataupun hukum. Berjaga-jaga dengan menghubungi pihak berwajib juga bisa dilakukan jika taraf kekerasan yang Anda rasakan bisa termasuk tindakan kriminal atau KDRT.

3. Penyembuhan
Hubungan yang penuh kekerasan seringkali meninggalkan bekas, tak hanya secara fisik tapi juga mental. Pengalaman semacam itu akan membuat Anda trauma dan kadang kehilangan jati diri. Jadi, langkah terakhir adalah menyembuhkan diri.

Ini adalah saatnya untuk fokus pada diri Anda. Kembali mendapatkan kekuatan dan mengenali diri Anda kembali. Anda bisa mendatangi terapis jika diperlukan. Camkan dalam diri bahwa Anda layak mendapatkan yang terbaik, pergi dari hubungan tersebut adalah hal yang terbaik, dan Anda bisa kembali melanjutkan hidup dengan bahagia.

Sebelum melakukan langkah di atas, ada baiknya setiap pasangan segera menyadari ketika kekerasan, baik fisik maupun mental, yang tak wajar dan melewati batas terjadi dalam hubungan.

Rekomendasi