Rusia Bantah Bunuh Warga Sipil Ukraina, Sebut Foto Korban Direkayasa oleh Kiev

"Semua foto dan video yang disebarkan rezim Kiev, menuduh tindakan kejahatan tentara Rusia di Kota Bucha, wilayah Kiev, adalah bentuk provokasi," kata Kementerian Pertahanan Rusia

Pandasurya Wijaya
Oleh Pandasurya Wijaya - Reporter
Rusia Bantah Bunuh Warga Sipil Ukraina, Sebut Foto Korban Direkayasa oleh Kiev
Mayat bergelimpangan di Kota Bucha Ukraina. ©RONALDO SCHEMIDT/AFP

Rusia kemarin membantah tudingan Ukraina yang menyebut tentara mereka membunuh warga sipil di Kota Bucha. Rusia menyebut foto-foto mayat itu bentuk "provokasi" dan "direkayasa" oleh Kiev.

Ukraina sebelumnya menuduh militer Rusia membantai warga di Kota Bucha, kota sebelah barat laut Ibu Kota Kiev yang kembali dikuasai pasukan Ukraina dua hari lalu.

"Semua foto dan video yang disebarkan rezim Kiev, menuduh tindakan kejahatan tentara Rusia di Kota Bucha, wilayah Kiev, adalah bentuk provokasi," kata Kementerian Pertahanan Rusia dalam pernyataan, seperti dilansir laman Al Arabiya, Senin (4/4).

Rusia menyebut cuplikan foto video itu adalah "bentuk rekayasa oleh Kiev bagi media Barat."

Foto-foto mayat warga sipil di jalanan Kota Bucha memicu kecaman negara Barat dan menyerukan Rusia harus bertanggung jawab atas kejahatan di Ukraina.

Menteri Pertahanan Rusia mengatakan semua pasukan mereka sudah meninggalkan Bucha pada 30 Maret, dan warga sipil sejak itu dibolehkan bepergian atau mengungsi selagi masih dikuasai pasukan Rusia.

"Selama pasukan Rusia menguasai kawasan itu, tidak satu pun warga sipil menderita karena tindakan kekerasan," kata pernyataan Kementerian Pertahanan Rusia.

Moskow sebelumnya selalu menyangkal segala tudingan soal menyasar warga sipil dan menolak tuduhan melakukan kejahatan perang.

Rusia melancarkan operasi militer khusus ke Ukraina pada 24 Februari lalu untuk melucuti persenjataan militer Ukraina dan menyingkirkan kaum nasionalis yang berbahaya yang mereka sebut neo-Nazi.

Rekomendasi