Senapan Kalashnikov buatan Rusia, AK-47 dan variannya sejak lama menjadi senjata andalan para militan karena desainnya yang kuat dan awet, namun sejumlah militan Taliban kini menukar senjata itu dengan senapan buatan Amerika Serikat yang mereka dapat setelah pemerintahan Afghanistan runtuh.
Video dan foto yang beredar di Twitter memperlihatkan militan Taliban membawa senapan karbin M4 dan M16 yang ditinggalkan tentara Afghanistan. Beberapa foto lain memperlihatkan militan Taliban menaiki kendaraan pemerintah.
Senjata buatan AS dikenal lebih akurat dan memiliki daya jangkau lebih jauh ketimbang AK-47 namun di medan pertempuran senjata itu tidak lebih baik dari AK-47.
"Senjata-senjata itu mungkin terlihat cukup garang untuk menakuti musuh, tapi cuma sebatas itu," kata Grant Newsham, veteran kolonel marinir AS, seperti dilansir laman Reuters, Rabu (18/8). "Mereka (Taliban) sudah cukup dengan apa yang mereka punya."
Meski demikian, foto video yang memperlihatkan senjata buatan AS jatuh ke tangan Taliban jadi propaganda tersendiri bagi mereka. AS selama ini menyumbang dana dan pasokan senjata miliaran dolar kepada tentara Afghanistan.
Sebagian dari AK-47 di Afghanistan adalah tiruan, tapi sebagian lagi adalah sisa-sisa dari masa penjajahan Soviet yang berakhir pada 1989. Senapan AK-47 dibuat tidak lama setelah berakhirnya Perang Dunia Kedua, diambil dari desain orang Jerman dan kini senjata ini menjadi yang paling umum dipakai di dunia, baik oleh tentara pemerintah maupun kelompok pemberontak.
Senjata buatan Amerika bakal dikuasai Taliban bertahun-tahun karena banyaknya pasokan amunisi. Senjata 5.56 milimeter itu banyak dimiliki warga sipil di AS.