Dua tewas dalam gempa di Selandia Baru, tidak ada WNI jadi korban

Gempa di Selandia Baru berkekuatan 7,8 SR menewaskan dua warganya. Dari data KBRI Wellington, tidak ada WNI jadi korban tewas maupun luka, meski WNI di sana mencapai 4.000 jiwa.

Marcheilla Ariesta Putri Hanggoro
Dua tewas dalam gempa di Selandia Baru, tidak ada WNI jadi korban
Gempa di Selandia Baru. ©2016 AFP PHOTO/Marty Melville

Gempa berkekuatan 7,8 skala richter mengguncang Selandia Baru dan menewaskan setidaknya dua jiwa. Gempa kuat tersebut disusul oleh peringatan tsunami pada Minggu malam waktu Indonesia, atau Senin (14/11) dini hari waktu Selandia Baru.

Pusat lindu berada di selatan Ibu Kota Wellington, tepatnya sekitar 214 kilometer dari sana. Akibat gempa tersebut, sebuah kapal feri terdampr, jendela-jendela pecah dan barang-barang berjatuhan dari rak.

Pusat gempa berada dekat dengan Kota Christchurch, dan membuat jalanan di sana terangkat. Sementara itu, gempa berada di kedalaman 10 kilometer ke dalam laut.

Dilansir dari Asian Correspondent, otoritas setempat mengatakan getaran kuat tersebut mengakibatkan gelombang tsunami sebesar 2,5 meter. Ombak pertama memukul South Island.

Kementerian Luar Negeri Indonesia, dalam pernyataan tertulisnya menyebutkan komunikasi terus dilakukan dengan Kedutaan Besar RI di Wellington. Dari informasi yang diperoleh tersebut, masyarakat di sekitar gempa, yaitu Christchurch, Dunedin, Invercargil, dan Nelson, dalam keadaan aman.

"KBRI terus melakukan komunikasi dengan warga negara Indonesia yang tinggal di kota terdekat dengan pusat gempa di Kaikoura, mengingat masih terus adanya gempa susulan," demikian dikutip merdeka.com dari pernyataan tertulis Kemlu.

Dari data KBRI Wellington, terdapat sekitar 4.000 WNI di Selandia Baru dengan perincian 2.138 di Auckland, 230 di Christchurch, 40 orang dui Dunedin, 15 di Invercargill, dan 30 orang di Nelson.

WNI di Selandia Baru rata-rata berprofesi sebagai tenaga profesional, mahasiswa, serta bekerja di peternakan dan perkebunan.

KBRI Wellington juga memberikan nomor hotline di +6421842849, bagi para WNI yang ingin memberikan kabar kepada pihak kedutaan mengenai adanya gempa susulan.

Rekomendasi