Kantin Bu Teguh dan lontong 'Bojong' Bu Dewi

'Asyik, Bu Teguh masak lagi'. Mayoritas senang mendengar kabar itu. Artinya, lidah para punggawa di Tebet akan kembali dimanjakan oleh masakan rumah lezat dan super nikmat. Sudah beberapa hari ini Bu Teguh absen karena sakit. Mau enggak mau untuk makan siang kita harus beli di luar.

Tim Merdeka
Oleh Tim Merdeka - Reporter
Kantin Bu Teguh dan lontong 'Bojong' Bu Dewi
jajanan bu dewi. ©2016 Merdeka.com

'Asyik, Bu Teguh masak lagi'. Mayoritas senang mendengar kabar itu. Artinya, lidah para penggawa di Tebet akan kembali dimanjakan oleh masakan rumah lezat dan super nikmat. Sudah beberapa hari ini Bu Teguh absen karena sakit. Mau enggak mau untuk makan siang kita harus beli di luar. Biar kantor enggak kosong, ya pesannya pakai ojek online."Kalau Bu Teguh enggak masak pusing," ujar Lia Harahap, salah seorang editor. Wanita asal Medan ini merupakan pelanggan setia yang begitu menggemari masakan pedas.Kantin Bu Teguh memang sangat membantu awak redaksi. Tak hanya makanan, donat, singkong dan martabak juga disajikan, biasanya untuk sore. Selain itu dijual juga es jeruk dan susu sachet. Kalau teh sama kopi tinggal ambil saja enggak usah sungkan.Kalau sudah pukul 13.00 WIB, dapur menjadi tempat paling favorit. Tak perlu komando semua 'prajurit' langsung menyerbu. Istilah 'siapa cepat dia dapat' juga berlaku. Kalau lambat, siap-siap gigit jari. "Hari ini telor ceplok balado, sama tumis toge," ungkap Lia membocorkan menu. Untuk siang pokoknya sudah aman. Bagaimana kalau pagi? Jangan khawatir, sekretaris merdeka.com, Dewi Pratiwi selalu setia membawakan sarapan. Dia jual lontong, bakwan, tahu, risol dan dadar guling. Diracik pakai bumbu kacang, dijamin maknyus. "Digorengnya pagi sama ibu gue," kata wanita asal Bojong Gede ini menceritakan proses pembuatan camilan andalannya.Terkadang kami guyon, menyebut kantor ini layaknya food court. Tak repot kalau menyangkut urusan perut. Selamat makan.

Rekomendasi