SC: Kami tetap akan independen

Apa yang menjadi ucapan memang harus dibuktikan. Anda, pembaca adalah wasit yang paling kami perhatikan.

Rita
Oleh Rita - Reporter
SC: Kami tetap akan independen
Headline. ©2015 Merdeka.com

Jumat siang, tanggal 26 April 2015, pukul 14.00 WIB adalah saat yang penting bagi sejarah perusahaan induk kami, KapanLagi Network (KLN). Hari itu, kami mendapatkan investasi dari Mediacorp, perusahaan asal Singapura.

Ini bukan semata perkara suntikan dana, tapi sekaligus aliansi strategis yang saling menguntungkan. Model platform pemberitaan yang dikembangkan di merdeka.com akan menjadi model yang bisa diterapkan di grup Mediacorp. Begitu juga teknologi dan jaringan mereka, akan memberikan peran signifikan dalam arah pengembangan lebih baik dan cepat ke depan.

Nota kesepakatan kerjasama investasi dengan risiko penambahan modal untuk merdeka.com itu, memungkinkan kami akan lebih leluasa berkreasi. Dengan suntikan modal dan semangat itulah, pasukan kami akan lebih lincah bergerak menghadapi peta pergerakan industri media dan digital yang kian marak.

Namun, tentu ada semacam kekhawatiran bahwa merdeka.com akan tidak lagi independen seperti selama ini terjadi. Galau dan pertanyaan tersebut sudah diantisipasi oleh manajemen di bawah pimpinan Steve Christian (SC).

Setelah pagi dilakukan tandatangan investasi bersama rekanan Singapura, SC pun perlu menyampaikan dialog langsung melalui conference digital dari kantor di AXA Tower, Kuningan City, Jl. DR Satrio Jakarta dengan 4 kantor cabang kami: Jl. Gunawarman Kebayoran Baru; Jl. Tebet Barat 4/3 Jaksel, Kompleks Araya – Kota Malang (Jatim), dan Jogjakarta.

“Saya tegaskan bahwa kami tetap independen dalam menjalankan aktivitas pemberitaan, seperti yang selama ini terjadi,” kata SC, panggilan akrabnya. Pernyataan tegas itu sudah tidak mengejutkan.

Sejak awal, SC memang memiliki komitmen menjunjung tinggi kredibilitas, independensi, dan bebas dari tekanan manapun untuk menjamin profesionalisme jurnalistik sebagai roh dari merdeka.com. Di depan karyawan, wartawan, investor, dan forum manapun, hal tersebut adalah hal yang tak bisa ditawar.

Meski tidak mengejutkan, tapi tentu saja perlu ditanyakan oleh reporter atau karyawan. Dan kesempatan tersebut, hanya menjadi penegasan semata. Justru dalam pembicaraan conference call tersebut, SC menyatakan bahwa momentum ini menunjukkan bahwa kerja keras merdeka.com sebagai bagian dari KLN telah menggoda pihak lain untuk berinvestasi. Inilah saatnya, kata SC, dengan investasi yang masuk kita gunakan untuk mengembangkan independensi media yang berkarakter.

Hari itu, layaknya sedang ada pidato “kenegaraan” di kantor kami. Semua tv monitor, mengarah ke satu URL. Perhatian hanya pada satu sosok, CEO kami yang keren dengan jas gelap. Tidak seperti biasanya yang casual. Maklum, baru saja menggoreskan tinta penting dalam sebuah perjanjian yang bersejarah. SC tidak melakukan monolog, tapi juga membuka dialog.

Dia membuka ruang diskusi yang konstruktif agar semua jelas, karyawan berada dalam bahasa yang sama ketika bicara ke luar. Bukti bahwa independensi, paling tidak bisa dilihat dari sisi manajemen, semua dalam kendali SC seperti sebelum diinvestasi.

Pembaca dan pengakses merdeka.com yang kami cintai. Apa yang menjadi ucapan memang harus dibuktikan. Anda, pembaca adalah wasit yang paling kami perhatikan. Kami bicara fakta, baik yang terbuka maupun yang harus digali lebih dalam.

Bagi kami, investasi bukan hari kemenangan, tapi justru memberikan tuntutan yang lebih besar, yakni memerdekakan pembaca agar lebih cerdas. Karena hanya pembaca cerdas, kritis, dan masuk akal yang bisa mendewasakan media ini. Let’s be smart. ***

Halaman
Rekomendasi