Redaksi merdeka.com menerima email dari Kencana Wulan, Public Relations Telkom Jabodetabek yang berisi kenangan dengan wartawan merdeka.com Arif Pitoyo.
Selamat jalan sahabat...Beberapa minggu lalu, pelanggan yang berprofesi sebagai wartawan ini mengunjungi Plasa Kebon Sirih Jakarta dan mencoba fasilitas Indihome. Waktu pun masih tersedia untuk melakukan wawancara dengan EGM DTB Prasabri Pesti dan GM Witel Jakarta Pusat Gunawan R.Rismayadi.
Namun hari ini, Rabu (2/4), waktu yang diberikan Sang Pencipta telah berakhir. Keluarga dan sahabat mengantarkan jasadnya ke pembaringan terakhir di Pemakaman Kalimulya Depok.Arif Pitoyo, wartawan merdeka.com ini telah dipanggil menghadap Sang Khalik pada Selasa (1/4) pukul 20.00 WIB di RS Hermina Depok karena sakit. Mas Arif, biasa kami panggil, sudah menjadi sahabat dekat bagi Telkom, semenjak aktif menulis berita telco di harian Bisnis Indonesia, tempatnya bekerja sebelum merdeka.com dan majalahict.com yang digelutinya sampai akhir hayatnya.Dengan pengalamannya bekerja di media cetak dan online ini pula, Arif Pitoyo berkenan sharing knowledge pada forum Sharing Session Communication yang diikuti oleh para kontributor internal Divisi Telkom Barat untuk cakupan wilayah Jakarta, Jawa Barat dan Sumatera di Learning Center Slipi Telkom Jakarta, Februari lalu.Menyambut Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Telkom yang akan dilaksanakan 4 April nanti, Unit Public Relations (PR) sudah mengirimkan undangan ke media. Pekan lalu, Jumat (28/1), saya masih mengirim pesan via whatsapp untuk memastikan bahwa undangan sudah dikirim ke redaksi Merdeka.com. Dan, mas Arif menjawabnya dengan meminta untuk dikirim ulang ke emailnya. Sudah beberapa kali Telkom menyelenggarakan RUPS, Arif Pitoyo tidak pernah absen untuk meliput event besar tersebut. Saat tulisan tentang Indihome tayang di Merdeka.com, saya juga sempat tanya berapa lama tulisan itu bertahan di halaman online tersebut. "Ya selama-lamanya. Kalau tampil di halaman depan bisa lima harian. Tapi kalau buka link kapan saja ya bisa dibuka," jawabnya melalui sms.Betul, tulisan itu dapat tayang selamanya, dibuka kapan saja walau sang penulis sudah tiada, kembali kepada Sang Pencipta.Mulai hari ini, engkau sudah istirahat dengan tenang di pusaramu. Engkau tidak merasakan sakit lagi seperti yang pernah dikatakan saat menunda jadwal wawancara, "Aku capek banget. Maklum masih dalam tahap penyembuhan dari thypus."Saya tidak bisa lagi mengirim sms dan email undangan liputan Telkom, tidak juga bisa menghubungimu kapan pun. Namun, tulisanmu dapat selalu dibaca, “online selamanya”, seperti kata Mas Arif. Kami semua hanya bisa mendoakan Mas Arif, semoga tenang di tempat yang paling terbaik di sisi Allah SWT. Amiin… (Wulan/Telkom)